Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal Pilpres, Tjahjo Kumolo minta menteri wajib 'TNI'

Soal Pilpres, Tjahjo Kumolo minta menteri wajib 'TNI' Mendagri Tjahjo Kumolo di Ombudsman. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh menteri fokus bekerja. Urusan kampanye menjadi urusan para relawannya, Projo. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, seluruh menteri termasuk dirinya harus menuruti instruksi dari presiden tersebut.

"Menteri harus 'TNI' (Taat Nurut Instruksi)," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/9).

Tjahjo Kumolo merupakan menteri yang sering berbicara soal pilpres tahun 2019. Dia mengaku bicara soal pilpres hanya karena menjabat sebagai Mendagri yang memiliki lingkup kerja berkaitan dengan urusan politik. Dia membantah ada agenda lain.

"Saya nyinggung pilpres kan ditanya apalagi Depdagri yah urusannya politik, urusan ormas, pilkada segala macam tapi itu bagian dari tugas itu saja, yang penting saya ikut arahan presiden dan wapres untuk kerja," ujarnya.

Menurut bekas Sekjen PDI Perjuangan ini permintaan dari Jokowi tersebut tak tertuang dalam aturan resmi. Sebab, seluruh menteri sejatinya memang harus fokus kerja tanpa perlu ikut-ikutan memikirkan persoalan politik seperti Pilpres tahun 2019.

"Enggak ada aturan menteri itu harus tegak lurus dengan apa yang diperintahkan presiden. Yaudah kita fokus ke sana, kalau saya sebagai Mendagri tidak punya agenda lain, agendanya yah hanya sebagai menteri," tukasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan telah memerintahkan para menteri Kabinet Kerja untuk tetap fokus bekerja tanpa terlibat dalam kampanye politik di Pilpres 2019. Dia menyebut urusan kampanye menjadi tugas dari organisasi relawan Pro Jokowi (PROJO).

Pernyataan itu disampaikan saat memberikan arahan kepada ribuan pengurus PROJO dalam Rakernas ke-III di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/9).

"Tapi saya selalu menyampaikan ke menteri semuanya fokus saja kepada pekerjaan. Kerja sudah. Ya karena memang Pemerintah itu bekerja untuk rakyat bukan untuk siapa-siapa," kata Jokowi di lokasi.

"Jangan-jangan belum belum sudah mau kampanye. Enggak usah kampanye-kampanye. Yang kampanye itu bagiannya Projo. Bener enggak?," sambungnya.

Tak hanya bagi menteri, Jokowi juga mengaku bakal fokus kerja di tahun politik. Sebab, menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang belum rampung, terutama dalam pembangunan infrastruktur.

"Saya tak ngurusi kerja saja. Karena masih banyak hal yang belum kita selesaikan, terutama fokus kita kepada pembangunan infrastruktur," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Jokowi sempat memuji militansi dari relawan-relawan PROJO untuk membantu menyukseskan pemerintahannya.

"Senang sekali saya malam ini bisa bertemu kembali dengan seluruh ketua, jajaran pengurus dan tentu saja seluruh relawan dari Sabang sampai Merauke yang biasanya kalau saya pas ke daerah yang militan itu biasanya yang keliatan. Dan yang di daerah yang keliatan PROJO," imbuhnya.

Militansi relawan PROJO, kata Jokowi, terlihat karena mereka tidak lari ketika ada masalah. Kondisi itu terlihat saat dirinya berkunjung ke daerah-daerah.

"Bukan jumlahnya tapi militansinya itu yang penting menurut saya. Jadi kalau ada apa-apa yang militan enggak lari. Tapi kalau yang militan kalau ada apa apa justru mendekat berani berhadapan dengan siapapun. Yang saya lihat seperti itu," pungkasnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP