Soal Bajak Kepala Daerah, NasDem Tak Merasa Disindir PDIP

Rabu, 7 Agustus 2019 14:14 Reporter : Sania Mashabi
Soal Bajak Kepala Daerah, NasDem Tak Merasa Disindir PDIP Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, partainya selalu mendidik kadernya yang ingin menjadi kepala daerah. Kata dia, PDIP selalu mengedepankan kadernya untuk menjadi kepala daerah dibanding harus membajak kader partai lain.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai NasDem Irma Chaniago mengaku tidak ambil pusing. Walaupun selama ini NasDem termasuk partai yang paling sering membajak kader partai lain untuk dicalonkan di Pilkada.

"Kenapa harus merasa tersindir? NasDem tidak ingin masuk mengomentari dapur partai lain, mari kita jaga kader kita masing-masing dengan apresiasi, sehingga kader tersebut akan memiliki loyalitas," kata Irma pada merdeka.com, Rabu (7/8).

Irma justru mengingatkan ada baiknya setiap partai menghargai kinerja kadernya. Menghargai kinerja maka akan berpengaruh juga pada loyalitas kader tersebut.

"Yakinlah, jika tidak ada apresiasi atas kinerja seseorang, maka jangan pernah harapkan loyalitas dari kader tersebut," ungkapnya.

Tambahnya NasDem adalah partai baru yang selalu terbuka untuk siapapun yang ingin bergabung. Selama masih memiliki visi dan misi yang sama maka tidak ada salahnya kader lain pindah ke NasDem.

"Meskipun yang bersangkutan tidak dari awal bersama NasDem, sepanjang yang bersangkutan memiliki visi dan misi yang sama dan sepakat dengan restorasi Indonesia maka tidak ada persoalan apakah dia kader baru atau kader lama," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno membantah ucapan Hasto itu adalah sindiran ke rekan koalisinya yakni Partai NasDem. Seperti diketahui, sebelum Pemilu 2019 NasDem banyak membajak kader partai lain untuk maju dalam pencalegan.

"Tidak demikian (tidak menyindir). Beberapa caleg Gerindra dulu adalah kader PDIP-P. Banyak kader Golkar yang pindah ke Nasdem, Hanura dan Berkarya. Fenomena pindah partai sudah jamak terjadi," kata Hendrawan pada Merdeka.com, Rabu (7/8). [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini