Sindir Jokowi, PAN Bilang Pemimpin Harus Jujur, Amanah dan Cerdas

Selasa, 19 Februari 2019 18:33 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Sindir Jokowi, PAN Bilang Pemimpin Harus Jujur, Amanah dan Cerdas Jokowi lepas ekspor Mayora. ©Liputan6.com/Fery Pradolo

Merdeka.com - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Dedi S Gumelar menyoroti capres petahana Jokowi yang menyampaikan data tidak akurat tentang keberhasilan pemerintah dalam debat capres kedua.

Menurutnya, sebagai seorang pemimpin Jokowi tidak pantas menyampaikan capaian-capaian yang tidak ia torehkan. Sebab, klaim keberhasilan yang tak pernah dicapai bisa dikategorikan sebagai kebohongan.

"Dalam Islam, kalau memilih pemimpin itu syarat yang pertama adalah sidieq, dia harus jujur tidak boleh berbohong. Kemudian juga harus amanah dan terakhir baru yang cerdas. Ketika seseorang memanipulasi data, apalagi menyampaikan data yang tidak benar, sesungguhnya dia telah berbohong," kata Dedi dalam diskusi 'Salah Data yang Bikin Sesat' di Jalan Sriwijaya I No 35, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).

Dedi mengatakan, ada sejumlah klaim keberhasilan yang diungkap Jokowi kemudian ramai-ramai dibantah oleh masyarakat. Di antaranya klaim berhasil mencegah kebakaran hutan, klaim tak ada konflik agraria dalam pembangunan infrastruktur, hingga klaim impor komoditas pangan turun.

Menurut Dedi, di era revolusi digital saat ini, masyarakat sudah semakin cerdas dan klaim keberhasilan Jokowi yang telah menjadi jejak digital akan melekat secara permanen diingatan publik.

"Menurut saya ketidaktahuan terhadap suatu hal yang menjadi senjata pihak 01 untuk memojokkan Pak Prabowo, itu bukan aib loh, apalagi dosa. Tapi berbohong adalah dusta," ujar Dedi.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf membela capres Joko Widodo yang dinilai menggunakan data yang salah. Wakil Direktur Saksi TKN Achmad Baidowi mengatakan, salah sebut adalah hal yang biasa.

Apalagi dalam debat kedua ditekankan tidak membawa sontekan. Karena itu penggunaan catatan diminimalisir, meski sebetulnya diperbolehkan.

"Ya karena semalam sifatnya bukan hafalan begitu," kata politisi PPP itu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/2). [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini