Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Setnov tulis surat dari balik jeruji, ini respons peserta pleno Golkar

Setnov tulis surat dari balik jeruji, ini respons peserta pleno Golkar Setnov jalani pemeriksaan perdana. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum Golkar Setya Novanto mengirim surat dari balik jeruji besi. Isinya, dia menunjuk Idrus Marham sebagai plt ketum Golkar dan Yahya Zaini serta Azis Syamsuddin sebagai plt sekjen Golkar. Surat itu beredar saat Golkar menggelar pleno membahas pergantian Novanto dari ketua umum Golkar dan ketua DPR.

Saat dikofirmasi hal itu, Ketua Harian Golkar Nurdin Halid mengaku belum melihat surat dari Novanto yang ditulis di atas materai. Namun Nurdin menegaskan, pihaknya tak akan terpengaruh dengan surat apapun.

"Saya belum lihat suratnya, tapi kita tidak terpengaruh dengan surat apapun, karena sudah diputuskan rapat pleno. Inilah yang memiliki kewenangan sesuai dengan anggaran dasar pasal 19 yang dikatakan bahwa DPP partai adalah badan eksekutif tertinggi dalam melaksanakan keorganisasian yang bersifat kolektif," kata Nurdin di DPP Partai Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa (21/11).

Tapi, Nurdin menambahkan, surat tersebut akan disampaikan kepada seluruh peserta pleno. Kemudian nantinya para petinggi Golkar dapat berbicara dengan Setya Novanto supaya bisa mengundurkan diri secara lapang dada.

"Tolong itu di forward ke saya, supaya saya sampaikan kepada rapat, karena tadi ada yang berkembang bahwa supaya ketua harian bersama sekjen dan korbid dan ketua dewan pembina untuk bertemu dengan Setya Novanto, agar bisa mengundurkan diri dengan legawa. Supaya tidak dimundurkan sebagai penghargaan kemanusiaan atas musibah yang menimpa beliau," papar Nurdin.

surat setya novanto

Surat Setya Novanto ©2017 Merdeka.com/Istimewa

"Kalau ada begini ya nanti kita sampaikan. Saya tidak posisi, saya hanya betul-betul menghantar rapat ini, memberikan arah kepada kebijakan yang diambil sesuai aggaran dasar anggaran rumah tangga dan juga tidak boleh kita munafikan dari pada opini dan psikologi dari pada kader seluruh Indonesia termasuk konstituen daripada partai Golkar," sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Golkar di DPR, Agus Gumiwang juga belum mengetahui tulis tangan dari Novanto tersebut. Sebab, pada rapat pleno hanya disampaikan surat yang ditandatangani Setnov pada 15 November lalu.

"Belum, belum. Yang tadi dibacakan pak Nurdin Halid di dalam itu surat yang ditandatangan ketua umum pada tanggal 15. Saya enggak tahu kapan yang jelas 15 November, yang surat kedua itu kami belum tahu secara resmi dan belum umumkan di pleno," jelas Agus.

Namun, dia menambahkan, masih ada perdebatan terkait pergantian Setya Novanto. Saat ini rapat berlangsung alot dan sedang ditunda.

"Saya bisa mengatakan bahwa ada perdebatan keras antara yang mempertahankan (Novanto) dan tidak mempertahankan," ujar Agus.

Demikian pula dengan Bambang Soesatyo. Dia menghormati perihal tulisan Setya Novanto itu. "Justru terkait surat itu saya menghargai pak Novanto sebagai pimpinan DPR yang meminta tidak ada pembahasan terkait pergantian pimpinan," tutup Bambang.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP