Serangan Prabowo Kepada Para Menteri Jokowi

Selasa, 29 Januari 2019 06:30 Reporter : Syifa Hanifah
Serangan Prabowo Kepada Para Menteri Jokowi Jokowi dan Probowo nonton Pencak Silat. ©2018 Laily Rachev - Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto semakin vokal menyuarakan kritikan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Kali ini 'serangan' Prabowo ditunjukkan kepada para pembantu presiden yang tergabung dalam kabinet kerja. Para menteri Jokowi mendapat kritik keras.

Apa yang dilontarkan Prabowo Subianto ini langsung direspon pemerintah Jokowi. Berikut ini serangan Prabowo terhadap para menteri Presiden Jokowi:

1 dari 4 halaman

Menteri Pencetak Utang

Prabowo Subianto. ©2018 liputan6.com

Capres Prabowo Subianto sangat prihatin dengan jumlah utang Indonesia yang saat ini jumlahnya cukup besar. Dengan banyaknya utang, dia ingin menyindir nama Menteri Keuangan diganti nama menjadi Menteri Pencetak utang. Dia mengungkapkan, banyaknya utang Indonesia kian menumpuk. Membuat bangsa dan rakyat Indonesia semakin terpuruk dan sengsara.

"Ini kalau ibarat penyakit, saya katakan stadium sudah cukup lanjut, sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus, kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada menteri keuangan," katanya.

"Mungkin (Ganti) menteri pencetak utang. Bangga untuk utang, (tapi) yang suruh bayar orang lain," kata Prabowo.

2 dari 4 halaman

Tanggapan Kemekeu soal Kritik Prabowo

Sri Mulyani bersama pejabat kemenkeu. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Pernyataan Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto yang menyinggung soal Menteri Keuangan langsung ditanggapi pihak Kementerian Keuangan. Melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti apa yang disampaikan Prabowo telah mencederai tidak hanya Menteri Keuangan Sri Mulyani melainkan seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan.

"Apa yang disampaikan oleh Calon Presiden Prabowo "Jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang", sangat mencederai perasaan kami yang bekerja di Kementerian Keuangan," kata Nufransa dikutip dari laman facebooknya, Minggu (27/1).

Dia menyebutkan, Kementerian Keuangan adalah sebuah institusi negara yang penamaan, tugas dan fungsinya diatur oleh Undang-Undang. "Siapapun tidak sepantasnya melakukan penghinaan atau mengolok-olok nama sebuah institusi negara yang dilindungi oleh Undang-Undang, apalagi seorang Calon Presiden," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Bersebrangan Soal Impor Beras

Prabowo-Sandi di Debat Capres. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Saat debat capres yang berlangsung 17 Januari lalu, Prabowo sempat menyinggung tentang para menteri di kabinet kerja Jokowi yang disebut memiliki konflik kepentingan dalam membuat kebijakan. Dia membeberkan sejumlah kejanggalan di tubuh pemerintahan Jokowi. Salah satunya soal data jumlah impor beras yang berbeda-beda.

Prabowo menjelaskan, di antara menteri-menteri Jokowi berseberangan. Ada yang katakan persediaan beras cukup, tapi ada yang mau impor.

"Kami bertanya kepada bapak, pejabat yang bapak angkat termasuk Dirut Bulog Pak Buwas katakan cukup, Menteri Pertanian cukup, tapi Menteri Perdagangan izinkan impor, komoditas pangan begitu banyak, ini bingung di antara pejabat karena itu kami tanya, apakah bapak benar-benar yakin tidak ada konflik kepentingan?" tanya Prabowo.

4 dari 4 halaman

Pembelaan Jokowi

Presiden Jokowi. ©2018 istimewa

Perkataan Prabowo yang mengatakan menteri Jokowi selalu berbeda-beda soal jumlah data impor beras, langsung mendapat respons Jokowi. Jokowi menilai, perbedaan pandangan antara menteri adalah hal wajar. Jokowi bahkan menekankan, memberikan kesempatan kepada para menteri untuk berdebat.

"Tapi kalau sudah diputuskan, harus dijalankan. Kalau menteri sama semua menurut saya enggak bagus, tidak ada saling kontrol, saling ngecek, mengawasi, penting sekali," kata Jokowi. [has]

Baca juga:
Prabowo Akan Gunakan Strategi Bertahan di Debat Capres Kedua
INDEF Nilai 'Serangan' Menteri Pencetak Utang Oleh Prabowo Tak Tepat, ini Alasannya
Direktur Eksekutif Walhi Jadi Panelis Debat Capres Kedua
Metode Komunikasi Jokowi Dinilai Lebih Disukai Milenial

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini