Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sepak terjang Tommy Soeharto, Pangeran bungsu trah Cendana

Sepak terjang Tommy Soeharto, Pangeran bungsu trah Cendana tommy soeharto. merdeka.com/Merdeka

Merdeka.com - Presiden Soeharto lengser tepat 14 tahun lalu. Cendana tak lagi menjadi pusat pemerintahan dan kekuasaan. Imbasnya pun terasa pada keluarga Soeharto. Para pangeran dan putri Cendana tidak bisa lagi hidup seperti saat Soeharto berkuasa. Mereka pun tidak bisa lolos dari jerat hukum.

Putra bungsu Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, diadili dan dihukum atas pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita tahun 2003. Awalnya Tommy divonis 15 tahun penjara, kemudian Mahkamah Agung mengurangi hukuman Tommy menjadi 10 tahun. Tommy sempat merasakan dibui Nusa Kambangan. Tapi tahun 2006, Tommy bebas bersyarat. Padahal baru empat tahun dia menjalani hukuman.

Tommy pun digugat cerai istrinya, Raden Ayu Ardhia Pramesti Regita Cahyani Soerjosoebandoro alias Tata. Keduanya berpisah tahun 2006.

Siapa sangka nasib Tommy akan seperti ini. Tommy bisa disebut merupakan anak kesayangan Tien Soeharto. Dulunya dia dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Berkat campur tangan dan dukungan penguasa lewat Inpres dan Keppres, Tommy memulai proyek mobil nasional (Mobnas). Mobil ini sebenarnya adalah Kia Sephia yang diganti nama menjadi Timor S515.

Tommy juga berniat membangun motor nasional yang diberi nama Timori. Dia melirik Cagiva asal Italia untuk mengembangkan gagasannya itu. Belum juga terwujud, Indonesia dihantam krisis moneter tahun 1998. Proyek Mobnas hancur berantakan.

Setelah reformasi, Tommy kemudian berusaha terjun ke kancah politik. Dia ikut bursa pemilihan Partai Golkar tahun 2009 lalu. Tommy bersaing dengan Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie untuk menjadi Ketua Partai Beringin ini. Sang pangeran Cendana ini kalah telak dari Aburizal.

Kini Tommy bersiap kembali ke dunia politik. Dia mendirikan Partai Nasional Republik (Nasrep) tahun 2011. Tak lolos verifikasi Kemenkum HAM, Nasrep merger dengan Partai Nurani Umat agar mendapat legalitas sebagai badan hukum. Nama partai pun diubah menjadi Partai Nasional Republik.

Tapi tentunya bukan perkara mudah untuk menang Pemilu apalagi mencalonkan Tommy sebagai presiden. Akankah sang pangeran bungsu mendapat tahta seperti ayahnya? (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP