Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekjen PDIP sebut jenderal polisi jadi Pj gubernur hanya dalam waktu singkat

Sekjen PDIP sebut jenderal polisi jadi Pj gubernur hanya dalam waktu singkat Hasto Kristianto. ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri mengusulkan dua jenderal bintang dua Polri sebagai penjabat sementara gubernur pada Pilkada 2018. Nama Asops Kapolri Irjen M Iriawan diajukan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, dan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Martuani Sormin.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan dalam polemik ini ada informasi yang keliru. Menurut Hasto, kedua jenderal itu tidak akan lama menempati posisi sebagai Pj gubernur.

"Ada misleading dengan informasi tersebut, misalnya Pj di Sumut, di Jabar baru akan dimulai pertengahan Juni mengingat gubernur incumbent baru menjabat sampai pertengahan Juni atau sepuluh hari paling lama sebelum Pilkada serentak dijalankan," kata Hasto di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/1).

PDIP dengan ini menyatakan tidak ada sangkut pautnya dengan usulan tersebut. Hasto menampik hal itu jadi bagian strategi politik pemenangan pilkada.

"Dengan demikian kita menempatkan segala sesuatu kepada proporsinya. Sekali lagi partai tidak pernah campur tangan hal tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat, bacagub PDIP di Sumatera Utara, menilai pengangkatan jenderal sebagai Pj, tidak akan mempengaruhi jalannya pilkada. Sebab, menurutnya jabatan itu dipegang tak lama. Selain itu dia yakin siapapun yang ditunjuk dapat berlaku netral.

"Kalau kami siapapun oke. Kita terima kita serahkan saja yang penting tadi, netralitas ya. Netral betul dan menjaga suasana pilkada betul-betul bisa berjalan secara baik dan kondusif," ucapnya di tempat yang sama.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP