Sekjen PAN: Kalau Tidak Dapat Jatah Menteri, Tak Bisa Kerja Sama dengan Pemerintah

Jumat, 16 Agustus 2019 12:58 Reporter : Sania Mashabi
Sekjen PAN: Kalau Tidak Dapat Jatah Menteri, Tak Bisa Kerja Sama dengan Pemerintah Sekjen PAN Eddy Soeparno dan Waketum PAN Bima Arya. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan partainya belum menentukan arah dukungan politik pasca Pilpres 2019. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah mengucapkan selamat dan mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.

"Yang menyangkut kemasalahatan rakyat tentu kita dukung, tapi memang PAN tetap memberikan ruang kritis konstruktif yang memang menurut siapapun juga perlu menyampaikan. Menurut saya sebagai sahabat kita perlu mengingatkan," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

"PAN kemudian masuk atau tidak itu masalah kedua. Sikap dan arah politik PAN itu belum kita tentukan," sambungnya.

Eddy tidak mengatakan secara gamblang kemungkinan partainya tetap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf meski tidak diberi jatah menteri. PAN hanya berjanji membantu pemerintahan bisa dari segala macam aspek.

"Kalau enggak dapat jatah menteri kan enggak bisa bekerja sama dengan pemerintah. Koalisi tidak perlu hanya di pemerintahan, bisa di mana saja," ungkapnya.

Eddy mengatakan partainya sudah berpengalaman dalam membantu pemerintahan Jokowi. Bahkan sebelum resmi bergabung dengan pemerintahan pada 2014 lalu.

"Kita 2014 ketika Pak Jokowi pertama kali diangkat presiden kita belum berkoalisi, bergabung di pemerintahan. Saya kira bisa berkontribusi kok di situ, tahun 2016 baru bergabung di pemerintahan," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini