Sekjen Golkar tegaskan tak ada perintah serang Brigade Beringin

Selasa, 20 Juni 2017 03:23 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Idrus Marham laporkan Menkum HAM ke Bareskrim. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham membantah adanya campur tangan petinggi Golkar dalam pencopotan atribut sayap partai, Brigade Beringin disertai penembakan. Beredar kabar, sekelompok orang berseragam AMPG yang mencopot Brigade Beringin merupakan anak buah Ketua Badan Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Golkar, Azis Samual.

"Siapa? Enggak ada. Tidak ada kita tidak ada arahan-arahan," kata Idrus kepada merdeka.com di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (19/6).

Idrus mengklaim aksi penyerangan Brigade Beringin oleh AMPG hanya salah paham. Pihak DPP Partai Golkar telah turun langsung menyelesaikan masalah. Masalah keduanya dipastikan selesai.

"Enggak ada masalah itu sebenarnya hanya miss, itu hanya miss saja dan itu sudah kita atasi semuanya. Sekarang enggak ada masalah," klaimnya.

Ketua Ketua Brigade Beringin Avner Raweyai mengatakan sekelompok orang yang melakukan pencopotan atribut dan penembakan di area Kantor DPP Partai Golkar merupakan anak buah Ketua Badan Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Golkar, Azis Samual. Avner mengaku keterangan itu didapat dari petinggi sayap partai, AMPG Mustafa Raja.

"Mereka bilang kalau disuruh sama Azis Samual. Kita anak buahnya mereka," kata Avner di acara buka puasa bersama Brigade Beringin di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelimurni, Slipi, Jakarta, Sabtu (17/6).

Dari pengakuan Mustafa, anak buah Aziz itu diduga mendapat arahan dari Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Hal itu diketahui setelah Avner menelpon sejumlah petinggi partai, AMPG dan AMPI.

Terkait pencopotan atribut, kata Avner, Mustafa berdalih langkah itu sesuatu hal wajar dilakukan. Mustafa berada dilokasi untuk mendokumentasikan aksi pencopotan atribut Brigade Beringin. Avner menegaskan, ulah kelompok orang yang diduga anak buah Aziz itu telah melanggar kode etik.

"Salah satu petinggi AMPG bernama Mustafa Raja, saya telpon ngaku di lokasi, dia mengakui kalau yang moto dia. Dia bilang hal biasa, copot mencopot bendera. Saya bilang, itu melanggar kode etik. Dia bilang, hal biasa, kita dapat arahan dari ketua umum," terangnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Golkar
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.