Sederet artis jadi Caleg NasDem dapil Jabar untuk Pemilu serentak 2019

Selasa, 1 Mei 2018 03:31 Reporter : Aksara Bebey
Sederet artis jadi Caleg NasDem dapil Jabar untuk Pemilu serentak 2019 presenter farhan jadi caleg nasdem. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Partai NasDem dihuni oleh sejumlah publik figur dan selebritas dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun depan. Mereka mengikuti pelatihan dari partai pimpinan Surya Paloh tersebut untuk persiapan pemenangan.

Ketua DPW NasDem Jabar, Saan Mustopa mengatakan, selain mematangkan persiapan, pelatihan sangat penting untuk konsolidasi sesama kader.

Pasalnya, di Pileg nanti ada beberapa nama yang baru terjun ke dunia politik. Ada juga politisi dari partai lain pindah ke NasDem.

"Jadi ini pelatihan ini penting dilakukan untuk konsolidasi," katanya usai acara di Hotel Grand Mercure jalan Setiabudi Kota Bandung, Senin (30/4).

Saan menyebut sejumlah nama baru di antaranya, presenter M. Farhan, penyanyi Conny Dio dan pemain sinetron, Syahrul Gunawan.

Adapun politisi berlatar belakang artis yang berpindah haluan ke NasDem adalah Lucky Hakim yang merupakan anggota DPR RI dari PAN dan Krisna Mukti dari PKB.

Ia mengakui keberadaan artis di Pileg akan mendongkrak popularitas partai secara keseluruhan. Untuk itu, ia optimistis bahwa target yang dicanangkan, yakni minimal 11 kursi DPR RI bisa terealisasi.

"Kami sudah petakan. Ketika nanti sosialisasi, mereka akan didampingi," ucapnya.

Sementara itu, M. Farhan mengatakan, dirinya sudah yakin untuk terjun ke dunia politik dari tahun 2017. Satu tahun kemudian, dirinya mencoba peruntungan ikut bursa Pilwalkot Bandung, namun gagal.

Kemudian, pria yang terkenal sebagai presenter ini memutuskan untuk menjadi kader partai NasDem hingga akhirnya dipercaya maju di Pileg dapil Jabar I (Bandung-Cimahi).

"Kerja kita sampai tahun depan itu fokus penguatan partai. Dan itu buat saya lebih mudah dan memungkinkan untuk bisa bekerjasama," imbuhnya.

Terkait amanat partai NasDem yang mewajibkan kader untuk mengampanyekan Joko Widodo, menurutnya tidak jadi masalah.

"Dari 2014 sudah mendukung Jokowi. Kami butuh kontinyuitas dari program yang sudah dicanangkan Jokowi. Jadi harus didukung. Kalau diputus, harus bikin program baru lagi. Lieur lah," pungkasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini