Sebelum Prabowo Pidato, Sandi Berpandangan Partai Kalah Pemilu Lebih Baik Oposisi

Kamis, 17 Oktober 2019 17:54 Reporter : Ahda Bayhaqi
Sebelum Prabowo Pidato, Sandi Berpandangan Partai Kalah Pemilu Lebih Baik Oposisi Sandiaga Uno. ©2019 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Politikus Gerindra Sandiaga Uno menilai check and balance dalam suatu pemerintahan tetap diperlukan. Mereka yang berada di luar pemerintah diharapkan memberikan masukan konstruktif untuk pemerintahan Presiden Joko Widodo lima tahun ke depan.

"Kita kasih masukan yang konstruktif dan bersahabat sehingga lima tahun ke depan ini masyarakat bisa fokus, enggak gaduh politiknya. Gak pecah belah. Tetapi agenda yang konstruktif, pemerintah butuh masukan," ujar Sandi di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10).

"Gerindra sangat siap menjadi bagian check and balance tersebut," sambungnya

Hal tersebut menanggapi isu beberapa partai nonkoalisi Jokowi, termasuk Gerindra, bakal masuk lingkaran Istana. Sandiaga menilai oposisi pemerintah merupakan hal yang perlu.

Sandiaga menceritakan, selepas Pilpres 2019 kemarin, dia pribadi berpandangan sebaiknya partai koalisi yang kalah pada Pilpres 2019 tidak pindah kubu. Gerindra sendiri bersikap siap jika pemerintah mengajak bergabung. Tetapi, Gerindra juga siap menjadi partai oposisi.

"Kemarin belum terpilih secara default position kita yang pasca pemilu kemarin, saya berpendapat secara pribadi alangkah baiknya partai yang tidak menang berada di luar pemerintahan memberikan masukan secara konstruktif dan bersahabat menjadi bagian dari proses check and balance sehingga demokrasi diperkuat," katanya.

Sandiaga punya alasan proses check and balance itu sangat diperlukan dalam sebuah pemerintahan. Salah satunya, kata mantan Wagub DKI itu, tidak bisa Jokowi di kelilingi masukan oleh pihak-pihak 'asal bapak senang' dan juga buzzer yang mendistorsi masukan rakyat.

"Kan enggak bisa dikelilingi dengan masukan asal bapak senang atau didengungkan oleh para buzzer-buzzer yang mendistorsi masukan dari rakyat itu sangat berbahaya bagi demokrasi," ujarnya.

Itu sebabnya, dia sangat yakin masyarakat lebih menghargai adanya check and balance daripada ramai-ramai gabung di pemerintah. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini