SBY: Alhamdulilah rakyat masih ingat yang saya alami dan saya lakukan selama 10 tahun
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato politiknya dalam rangka HUT Partai Demokrat ke-17 di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Senin (17/9). Membuka pidatonya, SBY bercerita mengenai pengalamannya saat dia dan rombongan berkeliling ke pelosok nusantara.
Ada yang membuatnya terharu. Ketika SBY dan rombongan baru selesai istirahat di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dia bertemu dengan seorang ibu paruh baya.
"Ketika sedang ngopi-ngopi di Kopi Pangestu, Batang, Jawa Tengah. Saat menuju bis, tiba-tiba seorang Ibu separuh baya mencegat saya. Dengan gugup, agak terbata-bata, ia mengucapkan terima kasih kepada saya. Rupanya ia dan suaminya termasuk dalam satu juta lebih pegawai honorer yang diangkat jadi PNS, saat saya masih menjadi Presiden," ujar SBY.
SBY kembali bercerita saat mengunjungi pasar Bubulak, Bogor. Lagi-lagi, SBY dihampiri seorang ibu. Menurut SBY, dengan mata berkaca-kaca ibu itu menyampaikan rasa senangnya bisa bertemu dengan Presiden ke-6 RI itu. SBY menyebut ibu itu berlinang air mata saat berbincang dengannya.
"Bapak, saya sangat senang bertemu sama Bapak. Saya hanya ingin berterima kasih, karena saya sekeluarga sangat tertolong dengan program bantuan sosial pemerintahan Bapak. Saya orang miskin Pak, tetapi berkat program Bidikmisi, sekarang anak saya jadi sarjana," kata SBY menirukan ucapan sang ibu.
SBY melanjutkan, ada ibu-ibu lain yang datang menghampiri dan mengungkapkan rasa sedihnya karena mendengar SBY terus difitnah.
"Saya sedih Pak, kenapa Bapak terus dihujat dan difitnah." lanjut SBY menirukan ucapan ibu itu.
Mendengar itu, SBY mengaku terharu. Sebab, masih banyak rakyat yang ingat dengan kerja keras selama dia memimpin negeri ini.
"Alhamdulillah, ternyata rakyat masih mengingat apa yang saya alami, dan apa yang dilakukan oleh pemerintahan SBY bersama Partai Demokrat selama 10 tahun dulu," ujarnya.
Tak hanya bercerita kilas balik pemerintahannya, ayah Agus Harimurti Yudhoyono ini bercerita perjalanan dan perjuangan Partai Demokrat menjadi partai besar. Diawali dengan keberhasilan Partai Demokrat memenangkan Pemilihan Presiden secara langsung untuk pertama kalinya di Indonesia pada 2004. Prestasi itu dicapai saat Partai Demokrat baru berusia tiga tahun.
Dia melanjutkan, lima tahun kemudian, tepatnya pada 2009, Partai Demokrat kembali berhasil memenangkan pemilu legislatif dengan perolehan suara yang besar. Hampir 22 juta suara atau 20,85 persen.
"Bahkan kita mampu memenangkan kembali Pemilihan Presiden dengan hampir 74 juta suara, yang hingga hari ini tercatat sebagai suara terbanyak di dunia."
Namun, bukan berarti langkah Demokrat selalu mulus. Demokrat pernah mengalami masa surut ketika suara partai terjun drastis dalam Pemilu 2014.
"Kini kita merasakan Partai Demokrat semakin kuat dan semakin siap menghadapi tantangan, seraya terus berjuang memenuhi harapan rakyat," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya