Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Romi ungkap alasan PPP dukung Khofifah-Emil di pilgub Jatim

Romi ungkap alasan PPP dukung Khofifah-Emil di pilgub Jatim Khofifah temui Choirul Anam. ©2018 Merdeka.com/moch Andriansyah

Merdeka.com - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy kembali menegaskan jika di Pilgub Jawa Timur 2018 hanya mendukung calon gubernur yang mampu mengawal khittah Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu, dia menambahkan, memiliki kapasitas, pengalaman, bersih, dan berintegritas. Dan itu dimiliki Khofifah Indar Parawansa.

Penegasan ini disampaikan Romi sapaan akrab Romahurmuziy saat hadir di istighosah menyambut Pilkada serentak 2018 bertema: Jawa Timur Aman, Tentram, dan Damai di Graha Astranawa, Jalan Gayungsari Timur, Surabaya, Sabtu (3/3).

Kata Romi, Jawa Timur adalah provinsi dengan kabupaten/kota terbanyak se-Indonesia, yaitu 38 daerah. Sehingga, provinsi di timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu penyangga energi maupun tangan nasional. Maka harus dipimpin oleh gubernur yang serius.

"Republik dan provinsi itu terlalu besar untuk diperintah dan dipimpin dengan cengengesan (tak serius)," katanya.

Alasan lain kenapa PPP mendukung Khofifah, karena yang dipertaruhkan adalah masa depan politik NU. "Maka hari ini PPP kembali kepada jati dirinya yang memang dilahirkan dari rahim NU. Di Jatim, PPP harus tegas dan jelas memilih pemimpin yang amanah, bersih dan serius ngurus Jatim," tegasnya.

Dukungan PPP untuk Khofifah ini, diakui Romi bukan kali pertama. Di Pilgub Jawa Timur 2008, partai Ka'bah ini berada di barisan partai pengusung pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi).

"Waktu itu sebenarnya (Khofifah) menang, tetapi dikalahkan," ungkapnya.

Romi juga menyebut, kekalahan KaJi di 2008 yang pada saat itu dirinya menjadi ketua tim pemenangan, karena terbentur permainan. Sehingga bisa dikalahkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) meski berlangsung sengit hingga tiga putaran. "Hanya Pilgub Jatim satu-satunya Pilkada yang digelar sampai tiga putaran," jelasnya.

Karena kekalahan di 2008 dan Khofifah harus kembali berhadapan dengan lawan yang sama di 2013, partai yang saat ini memiliki 5 kursi di DPRD Jawa Timur inipun memilih meninggalkan ketua umum PP Muslimat NU yang menggandeng Herman, mantan Kapolda Jawa Timur. "Sudah tahu di 2008 membentur tembok, masa akan diulangi di 2013. Karena itu kita kemudian mendukung Pakde Karwo," jelasnya.

Namun di 2018 ini, PPP kembali mendukung Khofifah yang berpasangan dengan suami artis Arumi Bachsin, yaitu Emil Elestianto Dardak. Terlebih, Partai Demokrat yang menjadi pengusung utama pasangan KarSa di dua Pilgub (2008 dan 2013), sekarang lebih mendukung pasangan nomor urut 1 tersebut.

"Kalau kemarin yang memimpin itu Pakde (Spekarwo) dari golongan nasionalis di daerah Mataraman, sekarang saatnya Jatim sebagai provinsinya NU, betul-betul dipimpin orang NU," tandas Romi. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP