Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ridwan Kamil ogah masuk Timses Jokowi kalau melanggar aturan

Ridwan Kamil ogah masuk Timses Jokowi kalau melanggar aturan Ridwan Kamil kunjungi kantor PPP. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah menyatakan diri mendukung Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden tahun 2019. Meski begitu, pria yang akrab disapa Emil ini mengaku belum ada pembicaraan teknis dengan siapapun soal mekanisme dukungan yang diberikan.

"Saya urusan pilpres dukung pak Jokowi, teknisnya seperti apa, belum ada pembicaraan. Saya enggak tahu," katanya saat ditemui di Kota Bandung, Sabtu (8/9).

Emil menekankan, siap masuk ke dalam timses Jokowi di daerah. Tapi dengan catatan, tak melanggar aturan, karena posisi dirinya saat ini adalah sebagai kepala daerah.

"Saya orang yang taat aturan. Kalau saya ditawari yang melanggar aturan, saya enggak ikut. Tapi kalau secara aturan boleh dan etikanya bisa, ya enggak ada masalah," lanjut Ridwan Kamil.

Dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018, kepala daerah dilarang menjadi ketua timses kampanye. Hal itu dilakukan, karena KPU ingin kepala daerah dan wakilnya tetap berkonsentrasi untuk memimpin jalannya pemerintahan di daerahnya masing-masing, di tengah pelaksanaan kampanye Pemilu 2019.

Seperti diketahui, Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebut akan memanfaatkan peran Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, dan Ridwan Kamil dalam mengkampanyekan jagoannya dalam Pilpres di wilayah Jawa Barat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menilai, ketiganya bisa menjadi magnet datangnya dukungan kepada Joko Widodo dalam sebuah satuan bernama Tim Kampanye Daerah.

Pembentukan tim kampanye daerah akan menjadi tugas semua Ketua DPD Parpol pendukung Jokowi. Tim Kampanye Daerah akan berformat sama dengan tingkat nasional, terdiri dari Ketua, Wakil, Sekretaris, dan 11 Direktorat.

Jokowi-Ma'ruf juga akan membentuk tim kampanye tingkat kabupaten/kota. Tim itu akan berada di bawah kendali tim kampanye tingkat provinsi.

Terkait hal tersebut, Ridwan Kamil mengibaratkan politik sebagai klub sepak bola yang setiap musim formasinya berubah. Artinya, setiap formasi kepentingan baru, maka berubah pula strateginya.

"Jangan mereferensi ke Pilkada Jabar. Akan ada formasi dimensi politik baru. Saya enggak ada masalah berinteraksi dengan yang lain," terang Emil.

Senada dengan Emil, Dedi Mulyadi menyatakan, siap bekerja sama dengan Ridwan Kamil untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Jabar. Bahkan, adanya Ridwan Kamil akan membawa pengaruh positif besar kepada Jokowi-Ma'ruf di Jabar.

"Dalam politik itu kan biasa bekerja sama," ujar Dedi. Ridwan Kamil kan sebagai Gubernur memiliki kapasitas, terutama mengelola birokrasi yang ada di Provinsi Jawa Barat," katanya.

"Pasti memiliki pengaruh yang cukup untuk membangun brand terhadap pemenangan Jokowi dan Ma'ruf Amin. Tentu kita akan bekerja sama dengan baik," pungkasnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP