Reaksi Surya Paloh soal Pertemuan SBY-JK di Cikeas

Jumat, 1 Juli 2022 18:36 Reporter : Nur Habibie
Reaksi Surya Paloh soal Pertemuan SBY-JK di Cikeas AHY bertemu Surya Paloh di Markas NasDem. ©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pertemuan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan wakil presidennya, Jusuf Kalla (JK) di Cikeas, pekan lalu menjadi sorotan. Terlebih, di saat bersamaan, Ketum NasDem Surya Paloh dan Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga bertemu di Gondangdia, Jakarta.

SBY, JK dan Surya Paloh dinilai akan menjadi 'king maker' melawan PDIP di Pemilu 2024. Lalu apa reaksi Surya Paloh?

Paloh tampak tak mau komentar banyak soal itu. Dia juga menolak bicara ketika ditanya soal pertemuan SBY dan JK sebagai tanda bakal membangun koalisi di Pemilu 2024.

"Sudahlah, enggak perlu," kata Paloh saat menghadiri pemakaman Menpan RB Tjahjo Kumolo di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Jumat (1/7).

2 dari 4 halaman

Disindir PDIP

Sebelumnya, Politisi PDIP Andreas Hugo Pareira menyindir pertemuan SBY-JK dan AHY-Paloh di saat bersamaan. Dia berujar, rakyat tidak memilih para tokoh untuk menjadi 'king maker'. Tetapi, rakyat pilih calon presiden pada 2024.

"Rakyat kan tidak pilih para tokoh-tokoh yang sedang berambisi jadi 'King Maker'. Rakyat akan pilih capres, toh," kata Andreas kepada merdeka.com, Selasa (28/6).

Andreas memahami, soal pertemuan SBY dan JK itu. Dia berkata, semua ingin menang pada Pilpres 2024. "Namanya kontestasi pilpres ya pasti semua juga ingin menang. Tapi sampai sekarang belum ada capresnya tuh," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Bersatu Melawan PDIP

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayinto menilai pertemuan JK da SBY untuk kepentingan pemilu 2024. Salah satunya, untuk mengalahkan PDI Perjuangan.

Adi mengatakan, semakin kuatnya sinyal tersebut karena pertemuan antara SBY dengan JK bersamaan dengan pertemuan AHY dan Surya Paloh.

"Kenapa saya sebut untuk kepentingan 2024, pertama NasDem menominasikan Anies Baswedan sebagai kandidat capres dan itu pilihan paling realitas untuk NasDem. Karena kalau Ganjar pasti bentrok dengan PDIP. Kalau Andika Perkasa pasti diprotes publik sebagai jenderal aktif yang tak boleh berpolitik. Maka pilihan rasional adalah Anies," kata Adi Prayitno, dalam diskusi di Jakarta, Jumat (24/6).

Menurutnya, jika NasDem benar mengusung Anies sebagai capres, maka Demokrat pasti akan tertarik untuk bergabung. Adi menyakini hal itu sudah dipastikan bahwa poros tersebut untuk mengalahkan PDI Perjuangan.

"Ketika Anies (diusung) maka Demokrat tertarik bergabung, kenapa? Tentu kepentingannya sama ingin mengalahkan dominasi PDIP yang dua periode memenangkan pertarungan," ucapnya.

"Artinya ketika NasDem mengusung nama seperti Anies secara tidak langsung kan ingin bikin front terbuka dengan PDIP bahkan dengan pemerintah," sambung Adi.

4 dari 4 halaman

Sebab, ia menyebut jika hanya pertemuan romantisme sahabat lama tidak perlu bertemu langsung di rumah kediaman SBY.

"Dalam konteks itulah JK adalah mentor utamanya Anies Baswedan karena momen pertemuan dengan SBY dan JK bersamaan dengan pertemuan AHY NasDem. Itulah yang semakin menebalkan bahwa JK dan SBY pasti bicara tentang Demokrat bergabung dengan NasDem," paparnya.

"Dan tentu saja mengusung Anies Baswedan dan sangat mungkin AHY disodorkan sebagai Cawapresnya," tambah Adi.

Baca juga:
PKB dan Gerindra Kembali Bertemu untuk Matangkan Koalisi hingga Level Bawah
Effendi Simbolon: KIB Layu Sebelum Berkembang, akan Bubar Sendirinya
Effendi Simbolon: Capres PDIP Cuma Puan Maharani
Effendi Simbolon: Prabowo-Puan atau Puan-Prabowo Tergantung Megawati
PKB Terus Komunikasi dengan Partai Lain, Muhaimin Yakin Koalisi Terbangun Akhir Tahun
Demokrat Kesulitan Jajaki Koalisi dengan PDIP, Andi Arief Sebut Hasto Menutup Diri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini