Wacana Duet Ganjar-Anies Dinilai Representasi Pasangan Nasionalis Religius

Kedua calon pemimpin ini akan saling melengkapi bilamana benar menjadi duet di Pilpres 2024.

Muhammad Genantan Saputra
Wacana Duet Ganjar-Anies Dinilai Representasi Pasangan Nasionalis Religius
Elektabilitas Ganjar mengalahkan dua pesaing terberatnya, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. (merdeka.com)
Dok. Istimewa
merdeka.com

Analis Politik Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Iman menilai, gagasan duet Ganjar Pranowo-Anies Baswedan merepresentasikan duet nasionalis-religius. Menurutnya, dua tokoh itu akan saling melengkapi jika dipasangkan.

Dok. Istimewa
merdeka.com

"Dari sisi representasi politik Ganjar Anies saling melengkapi karena Ganjar identik dengan representasi nasionalis, sementara Anies representasi Islam," kata Arif saat dihubungi, Rabu (23/7).

Dok. Istimewa
merdeka.com

Menurut Arif, munculnya gagasan Ganjar-Anies bukan hanya wacana bercandaan. Tetapi hal ini untuk mencoba menjajaki kemungkinan politik berdasarkan realitas politik hari ini bahwa Ganjar membutuhkan suara kelompok Islam.

Dok. Istimewa
merdeka.com

"Munculnya nama Anies Baswedan tentu tidak dalam ruang politik yang kosong tetapi melihat situasi bahwa Ganjar Pranowo harus menambal suara dari kelompok Islam meskipun telah didukung PPP," tutur Arif.

Dok. Istimewa
merdeka.com

Meski begitu, pekerjaan rumah dari duet ini adalah pendukung di akar rumput yang saling bertentangan. Hal ini Arif ibaratkan seperti air dan minyak.

Dok. Istimewa
merdeka.com

"Jika duet ini bersatu, bagaimana pendukung Ganjar dan Anies bersatu dan menerima dan totalitas dalam memberikan dukungan tidak sekadar mencoblos, mengkampanyekan dalam pilpres," tuturnya.

Rekomendasi