Analis Politik Ipsos Public Affairs, Arif Nurul Iman menilai, gagasan duet Ganjar Pranowo-Anies Baswedan merepresentasikan duet nasionalis-religius. Menurutnya, dua tokoh itu akan saling melengkapi jika dipasangkan.
"Dari sisi representasi politik Ganjar Anies saling melengkapi karena Ganjar identik dengan representasi nasionalis, sementara Anies representasi Islam," kata Arif saat dihubungi, Rabu (23/7).
Menurut Arif, munculnya gagasan Ganjar-Anies bukan hanya wacana bercandaan. Tetapi hal ini untuk mencoba menjajaki kemungkinan politik berdasarkan realitas politik hari ini bahwa Ganjar membutuhkan suara kelompok Islam.
Advertisement
"Munculnya nama Anies Baswedan tentu tidak dalam ruang politik yang kosong tetapi melihat situasi bahwa Ganjar Pranowo harus menambal suara dari kelompok Islam meskipun telah didukung PPP," tutur Arif.
Meski begitu, pekerjaan rumah dari duet ini adalah pendukung di akar rumput yang saling bertentangan. Hal ini Arif ibaratkan seperti air dan minyak.
"Jika duet ini bersatu, bagaimana pendukung Ganjar dan Anies bersatu dan menerima dan totalitas dalam memberikan dukungan tidak sekadar mencoblos, mengkampanyekan dalam pilpres," tuturnya.
Advertisement