Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana besar Presiden Prabowo Subianto terkait perombakan di tubuh Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Presiden Prabowo, yang menjabat sejak tahun 2024, akan mengganti jajaran Direksi Bank Himbara yang terbukti merugikan keuangan negara. Langkah ini diambil untuk memastikan bank-bank milik negara bekerja lebih efektif dan efisien.
Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie, yang dilantik sebagai Menteri Pertahanan pada 21 Oktober 2024, saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Acara retret PWI ini berlangsung di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Menurut Sjafrie, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia. Perombakan Direksi Bank Himbara diharapkan mampu mengembalikan fungsi bank negara sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Advertisement
Advertisement
Alasan Perombakan Direksi Bank Himbara
Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa selama ini Bank Himbara dinilai lebih menguntungkan pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil. Kondisi ini terjadi terutama dalam pemberian fasilitas kredit yang tidak merata, sehingga Presiden Prabowo Subianto melihat adanya ketidakseimbangan yang perlu segera diperbaiki.
Oleh karena itu, keputusan untuk mengganti seluruh Direksi Bank Himbara telah bulat. Langkah ini juga didorong oleh temuan bahwa banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya juga dianggap kurang memberikan keuntungan optimal bagi negara.
Sjafrie menyoroti kinerja direksi yang tidak maksimal, bahkan cenderung menguntungkan pihak-pihak tertentu. Situasi ini mendasari perlunya evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pimpinan BUMN. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan semua entitas negara beroperasi demi kepentingan rakyat dan negara.
Advertisement
Advertisement
Skema Seleksi dan Kriteria Direksi Baru
Pemerintah akan menerapkan seleksi yang sangat ketat dalam memilih Direksi Bank Himbara dan BUMN lainnya. Proses ini akan mempertimbangkan kemampuan intelektual dan pengalaman calon direksi secara mendalam.
Kriteria utama yang dicari adalah individu yang memiliki integritas tinggi dan kecintaan terhadap tanah air. "Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi tapi dia cinta tanah air," tegas Sjafrie.
Sjafrie juga menambahkan bahwa pemerintah tidak akan lagi memilih individu yang sudah lama bercokol di BUMN. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan wajah baru dan energi segar dalam pengelolaan perusahaan negara.
Advertisement
Dalam jumpa pers, Sjafrie kembali menekankan pencarian generasi muda yang militan, kapabel, dan kredibel. Mereka diharapkan mampu mengendalikan "perahu perjuangan ekonomi kita" dengan lebih baik.
Advertisement
Dampak dan Harapan Pemerintah
Pergantian Direksi Bank Himbara ini diharapkan membawa dampak positif signifikan terhadap perekonomian nasional. Dengan kepemimpinan baru yang lebih efektif, bank-bank negara dapat lebih fokus pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan pemerataan ekonomi.
Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam melakukan reformasi birokrasi di sektor BUMN. Transparansi dan akuntabilitas akan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.
Meskipun Sjafrie tidak merinci skema seleksi secara detail, ia memastikan bahwa prosesnya akan adil dan objektif. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemimpin BUMN yang benar-benar berkualitas dan berintegritas.
Advertisement
Dengan adanya generasi baru Direksi Bank Himbara, diharapkan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan negara akan meningkat. Ini krusial untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.
Sumber: AntaraNews