Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA) 98 menyampaikan delapan kriteria untuk calon presiden (capres) 2024. Kriteria itu di antaranya tak pernah terlibat korupsi dan pelanggaran HAM berat.
Sekjen PENA 98 Adian Napitupulu menilai kriteria yang disampaikan pihaknya agar Indonesia di masa yang akan datang terhindar dari praktik korupsi dan tidak memilih pemimpin yang melakukan kekerasan kepada rakyatnya.
"Saya tidak mau Indonesia 2024 dan berikutnya menjadi Indonesia yang marak dengan korupsi. Untuk itu saya membuat kriteria jangan pilih mereka yang tersangkut perkara korupsi. Saya mau Indonesia bisa hidup damai di tengah keberagaman, kalau begitu jangan pilih pemimpin yang diskriminatif itu," kata Adian dalam konferensi pers seusai peresmian Graha PENA 98 di Menteng, Jakarta, Minggu (19/2).
Advertisement
Terkait sosok yang memiliki elektabilitas tinggi menurut lembaga survei, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Adian enggan mengomentari.
Dia menegaskan, PENA 98 akan fokus terhadap kriteria-kriteria yang menjadi panduannya dalam memilih calon pemimpin di 2024 mendatang. Dia berharap agar kriteria tersebut menjadi rekomendasi masyarakat dalam menentukan pilihannya.
"Siapa namanya? Terserah, tapi inilah yang kita harapkan mampu menjawab Indonesia ke depan, jangan di balik yang selama ini terjadi menurut saya terbalik, namanya dulu dilemparkan gagasannya kita tidak tahu, rekam jejaknya kita tidak buka, lalu kita mengulang sejarah-sejarah lama, menurut saya, kita tidak mau terjebak pada nama," tegasnya.
"Menurut saya ini jadi pembeda kita dengan banyak kelompok yang lain di luar sana yang menurut saya sudah mendukung si A, si B, si C, enggak. Dari dulu perjuangan kita adalah perjuangan ide, berikutnya kita akan mencari orang-orang yang sesuai dengan ide-ide itu. Oke ide kita apa? Kita mau Indonesia seperti ini (kriteria) untuk menuju Indonesia seperti itu nanti," imbuhnya.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com