Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkap, ada makna khusus di balik hadirnya ‘kursi kosong’ setiap hari ulang tahun (HUT) Partai Gerindra. Menurut dia, kursi kosong dihadirkan bukanlah sekedar benda mati tetapi dimaknai sebagai hadirnya jiwa pendahulu partai yang telah mendahului.
"Setiap acara ada kursi yang kosong, kursi di depan, kursi yang kosong ini lambang kawan-kawan kita yang sudah tidak berada bersama kita hari ini, ini lambang bahwa semangat mereka masih bersama kita, mereka hadir bersama kita," kata Prabowo saat pidato HUT Gerindra ke-15 di Kantor DPP Partai Gerindra Jakarta, Senin (6/2).
Prabowo lalu mengenang seorang sosok mendiang ketua umum pertama Partai Gerindra Prof Suhardi dan mendiang Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan salah satu pendiri dari Partai Gerindra.
"Saya lihat perjuangan begimanapun Pak Suhardi, Ketua Umum Partai kita yang pertama dan Bu Rahmawati begitu setia, begitu penuh idealisme, begitu penuh cinta tanah air. Ini yang mmebuat kita selalu sejenak terhenti, sejenak mengenang mereka, sejenak mengambil semangat mereka, sejenak mengambil energi mereka, supaya kita jangan mau pernah berhenti berjuang sampai napas kita yang terakhir," tegas Prabowo.
Advertisement
Kemudian, Menteri Pertahanan ini melakukan absen satu per satu terhadap kader-kader loyalnya yang tetap bersama Gerindra selama 15 tahun terakhir.
Dia pun mengapresiasi mereka yang masih ingin berjuang bersama meski rambut sudah pudar dan memutih.
"Saya melihat wajah-wajah kawan-kawan lama, kawan-kawan yang telah berjuang bersama saya selama 15 tahun. Mungkin rambut tambah putih atau mungkin rambut tambah botak, gigi agak berkurang, tapi semangatnya saya lihat masih menyala," tutup Prabowo.
Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com
Reporter: M Radityo