Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai sah saja para mahasiswa melakukan demonstrasi terkait isu penundaan pemilu. Doli bilang, isu itu telah dijawab pemerintah yang memastikan penyelenggaraan Pemilu 2024 jatuh pada 14 Februari sesuai kesepakatan dengan DPR.
"Saya kira kan penyampaian aspirasi aspirasi apa saja termasuk teman-teman mahasiswa, itu hal biasa saja dalam kehidupan demokrasi kita, jadi saya kira kita menghargai apa yang dilakukan temen-temen mahasiswa itu, aspirasinya tentu kita akan perhatikan," ujar Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/4).
"Saya kira kan apa yang mereka sampaikan sebenarnya sudah dijawab," sambungnya.
Di sisi lain, Doli mengatakan wacana penundaan pemilu yang berkembang di masyarakat perlu juga dihargai. Golkar melalui Ketua Umumnya Airlangga Hartarto sebelumnya menerima aspirasi petani sawit soal penundaan pemilu.
"Dengan kemudian ada berbagai wacana yang berkembang di masyarakat itu juga kita hargai, yang menyampaikan ada keinginan untuk menunda pemilu memperpanjang masa jabatan dan seterusnya, jadi setiap aspirasi setiap penyampaian itu hak yang dijamin oleh konstitusi," ujar Ketua Komisi II DPR RI ini.
Advertisement
Doli mengatakan, sikap Golkar mengikuti Presiden Joko Widodo. Pemerintah menegaskan pemilu digelar pada 14 Februari 2024.
"Tapi kembali lagi, pemerintah pak presiden sudah menegaskan jadi saya kira sudah clear enggak ada masalah lagi," katanya.
Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan DPR. Aksi ini merupakan reaksi terhadap isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.