Kubu Muchdi Sebut Tommy Soeharto Tak Jalankan Agenda Partai Berkarya

Menurutnya, manajemen kepartaian dipimpin Ketua Umum Tommy Soeharto dan Sekjen Priyo Budi Santoso tertutup dalam mengelola partai.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Kubu Muchdi Sebut Tommy Soeharto Tak Jalankan Agenda Partai Berkarya
pemimpin Parpol bertemu di pengundian. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya versi Munaslub, Badaruddin Andi Picunang menceritakan awal mula konflik dualisme di internal partai dengan Tommy Soeharto. Badaruddin, yang berada di kubu oposisi Tommy, mengatakan pihaknya menggelar Munaslub dan menunjuk Muchdi PR sebagai ketua umum merupakan perbaikan partai.

Menurutnya, manajemen kepartaian dipimpin Ketua Umum Tommy Soeharto dan Sekjen Priyo Budi Santoso tertutup dalam mengelola partai.

"Manajemen kepartaian harus terbuka, selama ini kan tertutup," kata Badaruddin saat dihubungi, Kamis (6/8).

Dalam dua tahun terakhir, kata dia, Partai Berkarya tidak menjalankan agenda kepartaian. Sehingga, 2/3 pengurus Partai Berkarya di daerah mendesak Munaslub hingga terbentuk melalui Presidium Penyelamat Partai Berkarya.

Badaruddin secara khusus mengkritik Priyo selaku sekjen tidak profesional mengelola partai. Ketika Pemilu 2019, Priyo dinilai lebih fokus mengurus pemenangan Prabowo-Sandi ketimbang pertarungan Pileg. Setelah Pemilu selesai, tidak ada proses evaluasi.

"Semua daerah bingung apalagi di pusat. Jadi pengelolaan partai secara tertutup gitu, hanya beliau pak Priyo laporan sekali sebulan dengan Pak Tommy selaku ketum," kata Badaruddin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPP.

Badaruddin mengatakan, sudah beberapa kali memberikan masukan kepada Tommy dan Priyo mengenai masalah tersebut. Namun, tidak ada tindak lanjut dari kedua belah pihak. Maka itu, jalan keluar penyelamatan partai adalah dengan Munaslub.

"Beberapa kali kita memberi masukan tertulis maupun lisan ke ketum saat itu pak Tommy tapi tidak menindaklanjuti," kata dia.

Rekomendasi