Jenderal Purn Djoko Santoso meresmikan kantor pusat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, di Jalan Letjen Suprapto 53 A, Sumber, Banjarsari, Solo. Gedung berlantai 3 itu hanya berjarak 500 meter dari kediaman pribadi Presiden Joko Widodo.
Djoko Santoso yang juga ketua BPN mengatakan akan berkantor di posko pemenangan tersebut. Diri akan bersungguh-sungguh memenangkan Prabowo-Sandi dan berterima kasih atas bantuan relawan yang menyumbangkan posko tersebut.
"Saya sudah matur ke Pak Prabowo, saya akan mengatur perjuangan kita dari Solo," ujar Djoko saat memberikan sambutan, Jumat (11/1).
Djoko juga mengajak para pendukung Prabowo-Sandi untuk bangkit, bersatu, bergerak untuk mewujudkan negara yang adil makmur. Menurutnya, tantangan ke depan sangat berat untuk itu diperlukan perjuangan yang sungguh.
"Saya akan mengawal Pak Prabowo sampai menjadi Presiden," katanya.
Selain Djoko Santoso turut hadir dalam acara tersebut, Rachmawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mantan Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi dan sejumlah tokoh lainnya.
PDIP Kirim Karangan Bunga
Bersamaan dengan peresmian tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banjarsari, Solo tampak mengirimkan karangan bunga. Ketua DPC PDIP Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo membenarkan jika karangan bunga tersebut sengaja dikirim oleh partainya sebagai bentuk ucapan selamat atas dibukanya Kantor Pusat BPN di Solo.
"Iya itu karangan bunga dari saya. Kita harus saling menghargai, walaupun berbeda pilihan," ujar Rudyatmo saat dihubungi merdeka.com.
Menurut Rudyatmo, berbeda pilihan tidaklah harus bermusuhan. Namun justru harus saling menghargai dan menghormati. Pendirian posko, bagi PDIP merupakan hal yang biasa dan sudah dilakukan sejak dulu.
"Dari zamannya perjuangan bu Mega, sampai sekarang kita selalu berkoordinasi melalui posko. Ditiap wilayah, kelurahan dan kecamatan kita punya posko. Jadi kita tetap harus saling menghargai dan menghormati meskipun kita beda pilihan," kata Wali Kota Solo tersebut.
Advertisement