Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan sekjen partai koalisi pendukung Joko Widodo akan menggelar pertemuan pekan depan. Pertemuan itu akan membahas berbagai hal, seperti mematangkan koalisi dan membongkar pasang opsi calon Presiden dan Wakil Presiden.
"Insya Allah minggu depan ada pertemuan sekjen-sekjen partai, setelah itu akan disusul para ketua umum partai," kata Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (3/6).
Pertemuan itu juga akan membahas kriteria cawapres Jokowi, pembagian kekuasaan sampai analisis terhadap berbagai kemungkinan di Pilpres 2019.
Saat ini Jokowi telah didukung lima partai yakni PDIP, Golkar, NasDem, Hanura dan PPP. Selain itu ada PSI, Perindo dan PKPI.
"Artinya kita akan bicara misalnya mulai soal kriteria atau sosok Cawapres. Kemudian masalah program pemerintah ke depan, kemudian bicara juga tentu karena ini partai politik power sharing," ujarnya.
Jika sudah final, lanjut Arsul, koalisi Jokowi tetap terbuka dengan parpol yang belum menentukan arah dukungan di Pilpres 2019.
"Tentu kan bahkan kalau capres sudah akan didaftarkan memang harus di fix kan, saya tidak ingin memakai istilah untuk dikunci. Tetapi itu seperti itu tadi, bahkan itu bisa jadi beberapa saat, saat itu bisa satu atau dua minggu sebelum pendaftaran capres itu dibuka, ini akan di fix kan supaya itu tadi kita mulai bicara hal-hal yang sudah saya sebutkan," jelas Arsul.
Anggota Komisi III DPR RI ini meyakini parpol lain yang belum menentukan sikap akan mendukung Jokowi. "Kami di dalam meyakini bahwa ini akan bertambah, tetapi apakah bertambahnya satu atau dua atau malah tiga, itulah proses yang akan menentukan," ujarnya.