Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menggelar sidang paripurna dengan agenda penyerahan ikhtisar hasil pemeriksaan semester II Tahun 2015 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Paripurna sempat memanas lantaran sejumlah senator menolak Ketua DPD Irman Gusman memimpin sidang tersebut karena mosi tidak percaya."Ada yang mempersoalkan Ketua Pak Irman dan Wakil Ketua Pak Farouk. Kami sarankan yang memimpin Ibu Ratu," kata Senator asal Jawa Tengah, Ahmad Muqowam di Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/4).Awalnya, Irman didampingi Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mempersilakan Ketua BPK Harry Azhar Azis untuk menyampaikan laporannya. Namun, interupsi langsung dilayangkan para senator.Anggota DPD Asri Anas juga meminta Irman Gusman dan Farouk Muhammad meninggalkan ruang rapat paripurna. Senator asal Sulut Benny Rhamdani juga turut melayangkan interupsi dan minta GKR Hemas memimpin rapat."Jangan menganggap kami ini seolah-olah mempermalukan paripurna. Ayo kita jujur," ucap Benny.Wakil Ketua DPD GKR Hemas pun angkat bicara. Ia mengapresiasi aspirasi yang berkembang di rapat paripurna."Saya butuh waktu. Kami kolektif kolegial," kata Hemas.Rapat kemudian diskors selama lima menit. Irman kemudian menyerahkan palu sidang kepada GKR Hemas untuk memimpin rapat paripurna. Rapat lalu dilanjutkan dengan pembacaan laporan BPK.
Irman pimpin paripurna DPD dihujani interupsi, GKR Hemas ambil alih
Rapat kemudian diskors selama lima menit. Irman kemudian menyerahkan palu sidang kepada GKR Hemas.
Advertisement
Rekomendasi