Menang aklamasi, Romi bilang Rasul tak warisi cara tunjuk pemimpin

Romi yakin penunjukannya sebagai ketua umum PPP secara aklamasi legal di mata hukum.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Menang aklamasi, Romi bilang Rasul tak warisi cara tunjuk pemimpin
Mukernas PPP di Ancol. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Ketua Umum PPP yang baru terpilih dalam Muktamar VIII PPP Romahurmuziy (Romi) menganggap tak masalah dirinya dipilih secara aklamasi. Sebab, menurutnya Rasul pun tak mewariskan mekanisme menunjuk pemimpin."‎Kemarin kami ditetapkan aklamasi. Apa tidak berkurang legitimasi? Saya mau ingatkan Rasulullah tidak mewariskan cara mekanisme penunjukan pimpinan," kata Romi dalam Muktamar VIII PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (10/4). Menurut Romi, ketika Rasul meninggal, dia tak menunjuk siapapun untuk menjadi penerusnya sebagai pimpinan umat. Kemudian para sahabat Rasul berkumpul untuk merumuskan pengganti. "Maka kemudian sahabat berkumpul dan mereka berbaiat kalau hari ini pemilihan langsung kepada Sayyidina Abu Bakar," tuturnya. Lalu di zaman Sayyidina Abu Bakar, ketika meninggal, tidak membiarkan para sahabatnya melakukan pemilihan sendiri. Namun sebelum meninggal menitipkan tulisan utusan berupa penunjukkan langsung pada Umar Bin Khattab. "Beliau tunjuk itu dengan banyak pertimbangan. Karena di masa akhir kepemimpinan beliau ada pembangkangan terhadap Islam," pungkasnya.

Rekomendasi