Partai Gerindra merasa sendirian setelah Partai Golkar, Partai Amanat nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memilih menyeberang dari barisan oposisi dan mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Gerindra menyebut, secara de facto Koalisi Merah Putih (KMP) sudah bubar.
Sekjen PPP hasil Munas Bandung, Romahurmuziy menyebut bubarnya KMP tak bisa tak terelakkan sejalan dengan kenyataan bahwa satu persatu parpol oposisi berbelok mendukung pemerintah.
"Ya, tadi saya bicara dengan Sekjen Gerindra (Ahmad Muzani). Ya katanya, kenyataannya begitu. Kalau memang kenyataannya begitu," kata Romahurmuziy ketika dihubungi awak media di Jakarta, Sabtu (6/2).
Romi sapaan akrabnya menuturkan, pembubaran KMP sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo agar semua pihak termasuk parpol bergandengan tangan membangun Indonesia. "Itu sesuai seruan presiden, bahwa kita bergandengan tangan. Hilangkan pesimisme, perbedaan. Ke depan agar bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik dan kuat," tuturnya.
Seperti diketahui, Koalisi Merah Putih (KMP) yang dibangun Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), hanya tinggal cerita. Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menyindir partai yang oportunis.
Jika tak ada kepentingan maka mereka mengkritisi pemerintah dan membawa panji KMP. Namun jika ada maunya, mereka tak akan mengindahkan partai koalisinya lalu berbalik arah dukung pemerintah. Desmond melihat perbedaan antar partai dalam KMP semakin tajam. Bisa dilihat dari penolakan terhadap RAPBN 2016, pengusulan RUU Tax Amnesty, revisi UU KPK, dan sebagainya.
"KMP itu kan kalau hasil keputusan KMP sepakat pada mengkritisi, ini tidak akan goyah. Kalau mereka mendukung pemerintah tapi bilang KMP tidak bubar, ini apa pula?," ucapnya.