Politikus senior: Kerusakan Golkar parah, rekonsiliasi susah

Muladi mendesak agar kubu Ical tak menjadikan putusan MA sebagai patokan.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Politikus senior: Kerusakan Golkar parah, rekonsiliasi susah
Muladi. ©2015 Merdeka.com

Dalam waktu dekat, Mahkamah Partai Golkar akan menggelar sidang untuk menyelesaikan konflik yang terjadi dalam partai beringin ini. Persidangan tersebut bakal digelar Rabu (6/1) besok.Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi berharap agar kubu Aburizal Bakrie menerima keputusan yang diambil mahkamah partai. Sebab, Muladi mengklaim putusan itu untuk menjaga kepentingan Golkar di Pemilu 2019. Jika kembali bersatu, dia meyakini Golkar akan menjadi 'dinosaurus' di Pemilu 2019. "Harus legowo. Ini sikap yang diharapkan, bila ada pertemuan besok, saya tidak bisa membicarakan karena belum bersidang, kalau memang legowo dan jiwa kenegarawanan, saya kira rekomendasi MP bisa diterima, lihat saja, Golkar akan menjadi dinosaurus pada 2019," kata Muladi saat melakukan pertemuan dengan Generasi Muda Partai Golkar di Resto Meradelima, Jakarta Selatan, Selasa (5/1). Muladi mengkhawatirkan jika konflik tidak kunjung usai, maka Golkar akan semakin terpuruk dalam kancah politik di Indonesia."Kerusakan Golkar parah, kultural politik parah, kekalahan dan curiga mencurigai, perpecahan di fraksi, rekonsiliasi susah," terangnya.Menurut Muladi sikap kubu Ical yang terus-terusan berpegangan pada keputusan Mahkamah Agung (MA) tidak serta merta bisa menyelesaikan konflik di Golkar. Karena Golkar menurutnya bukan milik perorangan, maka dari itu penyelesaian konflik partai penguasa Orde Baru ini harus diselesaikan secara bersama-sama."Keputusan MA tidak bisa dijadikan penyelesaian Golkar, ini betul-betul harus dapat perhatian, Karen Golkar bukan milik, Agung, Ical, atau JK tapi aset nasional, pilar demokrasi," tandasnya.

Rekomendasi