Cerita pendukung keturunan raja Gowa tak terima kalah dan mengamuk

Pilkada tahun ini, merupakan kali ke-3 Andi Maddusila Karaeng Idjo bertarung melawan dinasti Yasin Limpo namun gagal.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Cerita pendukung keturunan raja Gowa tak terima kalah dan mengamuk
Kantor Panwaslu Gowa dikepung. ©2015 merdeka.com/mappesona

Pilkada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berlangsung panas. Massa pendukung keturunan Raja Gowa Andi Maddusila Karaeng Idjo, menggeruduk kantor Panwaslu setempat. Mereka tidak terima dengan kekalahan calon kepala daerah nomor urut 1 itu versi hitung cepat lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI). Dalam hitung cepat tak resmi tersebut, Andi Maddusila Karaeng Idjo kalah dari duet Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo-Abdul Rauf Karaeng Kio.Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo-Abdul Rauf Karaeng Kio unggul dengan jumlah suara 41,92 persen. Sementara Andi Maddusila Karaeng-Wahyu Permana hanya meraup 26,71 persen. Perolehan ini beda tipis dengan suara pasangan calon urut 3, Tenri Olle Yasin Limpo-Chairil Muin, 26,09 persen.Pilkada tahun ini, merupakan kali ketiga Andi Maddusila Karaeng Idjo maju bertarung melawan dinasti Yasin Limpo namun selalu gagal. Hasil quick count ini tentu berbuntut gaduh terhadap massa Andi Maddusila Karaeng Idjo. Ratusan pendukung keturunan raja Gowa ini mendatangi sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di kantor Camat Palangga, Rabu, (9/12) dengan alasan kesalahan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) soal pemindahan kotak suara ke sekolah SMK 1 Grafika. Sedianya kotak suara tersebut disimpan di sekretariat PPK untuk selanjutnya dilakukan penghitungan. Mereka datang mempertanyakan posisi kotak suara yang menurutnya sudah harus ada di kantor PPK, tetapi justru kotak-kotak suara itu diamankan di sebuah gedung sekolah. Kemarahan massa di kantor PPK Palangga yang berdampingan dengan markas Koramil itu kian memuncak setelah melihat sebuah mobil yang diduga milik tim pemenangan pasangan calon perseorangan nomor urut 5, Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo-Abdul Rauf Karaeng Kio melintas di sekitar lokasi.

Alhasil, ban mobil yang dipenuhi branding pasangan calon yang juga putra Bupati Gowa ini, Ichsan Yasin Limpo dikempesin. Tidak hanya itu, massa juga melakukan aksi pelemparan. Atas perbuatannya, dua warga diamankan polisi."Kami bertahan di sini hingga kotak-kotak suara kembali disimpan di sekretariat PPK bukannya dibawa ke gedung sekolah," kata Amril, pendukung Andi Maddusila Karaeng Idjo.Menurut Amril, jika disebut kotak-kotak suara sengaja disimpan di gedung sekolah karena alasan keamanan, baginya justru itu keliru."Di sekretariat PPK Pallangga ini lebih aman karena dipantau langsung oleh bapak Kapolsek Pallangga. Siapa yang bisa menjamin jika kotak-kotak suara itu aman di sana. Jadi mohon kotak suara itu dibawa ke sekretariat PPK Pallangga ini. Lalu kita hitung bersama dengan sejujur-jujurnya," imbuhnya.Menurut Ketua Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Panwaslu Gowa, Syamsuar Saleh, ada alasan khusus pemindahan kotak-kotak suara itu. Masalahnya ada pada PPK Pallangga yang telat menyampaikan ke tim pemenangan pasangan calon, soal alasan pemindahan.Tidak puas dengan penjelasan ketua Panwaslu Gowa, massa pasangan calon Pilkada Gowa yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Hanura, PKB, dan PKD ini keluar dari kantor Panwaslu. Mereka lantas berunjuk rasa di tengah jalan. Di antaranya ada yang berteriak supaya tidak membiarkan orang-orang Panwaslu keluar dari kantornya.

Rekomendasi