Tensi politik pasca-pilpres makin memanas. Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo melakukan sejumlah manuver politik di parlemen untuk menandingi kekuasaan Jokowi-JK kelak.Tak jarang saling sindir dan serang kata-kata terjadi antara kedua kubu. Bahkan para elite parpol pendukung ikut kena getahnya.Tak terkecuali Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kritik hingga serangan kerap dilontarkan elite Koalisi Merah Putih kepadanya.Adalah Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa yang belakangan kerap menyerang Megawati di media. Akibatnya, kader PDIP pun geram atas pernyataan Desmon tersebut.Berikut serangan keras Desmon ke Megawati yang membuat politikus PDIP marah seperti dirangkum merdeka.com.
Advertisement
Desmond: Megawati sombong dan angkuh
Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menilai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri adalah sosok yang sombong. Kesombongan Mega itu yang menjadi pemicu solidnya Koalisi Merah Putih, salah satunya dalam RUU Pilkada soal pemilihan kepala daerah melalui DPRD."Ini dipicu Megawati yang sombong. Statement Jokowi yang membuat lubang sendiri. Ini bukan suasana yang apa-apa. Lucu mereka dulu nolak Demokrat sekarang ajak bergabung," kata Desmond di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/9).Tak hanya sombong, Desmond juga menyebut Megawati menunjukkan sikap angkuhnya selama 10 tahun. "Koalisi Merah Putih kuat karena keangkuhan Megawati. Keangkuhan Megawati selama 10 tahun. Sikap itu malah membuat Koalisi Merah Putih kuat," imbuhnya.Dia menilai, seharusnya Megawati sebagai pemenang pemilu merangkul pihak yang kalah. Namun sampai saat ini, putri Bung Karno itu malah semakin sombong.
Advertisement
Sekjen PDIP: Salahnya Megawati apa?
Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo geram atas pernyataan Desmond. Dia menyayangkan pernyataan anak buah Prabowo Subianto itu."Kenapa ya kok sekarang tokoh-tokoh kader Gerindra selalu menyudutkan menyalahkan Ibu Megawati, salahnya apa ya Ibu Megawati?" kata Tjahjo dalam pesan singkat, Jumat (12/9).Tjahjo merasa tidak patut kader partai lain mengomentari miring ketua umum partai lain. Dia berharap, sesama partai harusnya bisa saling menghormati dan menghargai."Menurut saya tidak patut ya menyalahkan secara terbuka ketua umum partai lain. Kita sesama partai politik berkompetisi dalam pileg dan pilpres secara sehat terbuka demokratis," terang dia.
Advertisement
Desmond sebut Megawati angkuh bak ratu lebah
Kondisi perpolitikan makin memanas. Terlebih ketika pemilihan ketua DPR dan pimpinan MPR yang saat ini sedang berlangsung dalam sidang paripurna.Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa menilai hal ini disebabkan ketidakluwesan politik yang dilakukan Koalisi Indonesia Hebat. Sehingga terima atau tidak terima, pimpinan DPR disapu bersih oleh Kubu Prabowo-Hatta dan kondisi politik saat ini jadi tidak menentu."Kekalahan ini karena keangkuhan Megawati, ratu lebah," kata Desmond kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10).Menurut Desmond, Koalisi Indonesia Hebat tidak maksimal dalam menjalin komunikasi politik. Kondisi dan arah politik ke depannya tidak bisa ditebak.
Advertisement
Sekjen PDIP berang Mega disebut sombong bak ratu lebah
Politisi Gerindra Desmond J Mahesa menyalahkan Megawati Soekarnoputri menjadi penyebab gaduhnya perpolitikan di Indonesia. Desmon juga menyebut Mega angkuh bak ratu lebah.Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo berang Megawati disebut angkuh bak ratu lebah. Tjahjo tak terima Mega disalahkan atas gaduhnya dunia politik Tanah Air belakangan ini."Silakan (menuding), yang bikin gaduh siapa? kok menyalahkan Bu Mega, menyalahkan kami," kata Tjahjo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10).Menurut Tjahjo, setiap partai politik memiliki cara masing-masing. Begitu juga dengan PDI Perjuangan."Selama 10 tahun (Megawati) tak ada merecoki SBY," tegas Tjahjo."Partai punya masing-masing cara, SBY tak bisa ketemu jangan salahkan kami. Bagi saya tak ada keharusan," tandasnya.