Denny JA ramal koalisi ramping kalahkan koalisi gemuk di 2014

"Di pilpres, pemilih memilih figur, dan tak terlalu peduli partai yang mendukungnya," kata Denny JA.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Denny JA ramal koalisi ramping kalahkan koalisi gemuk di 2014
jokowi-jk mendaftar ke kpu. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny Januar Ali menilai pertarungan capres 2014 seperti pilpres 2004 lalu. Dia meramal koalisi dengan dukungan banyak partai tak bisa berbuat banyak."Pilpres 2014 akan mengulangi pilpres 2004. Capres dari koalisi ramping mengalahkan capres koalisi partai yg gemuk," kicau Denny melalui akun twitternya, Selasa (20/5).Pada pilpres 2014 ini dipastikan hanya ada dua pasangan, yakni Joko Widodo - Jusuf Kalla , yang diusung PDIP, PKB, NasDem dan Hanura. Sedangkan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa , didukung Gerindra, Golkar, PKS, PAN, PPP dan PBB."Pasangan Jokowi memang didukung koalisi partai yg total prosentasenya lebih kecil. Mirip SBY di 2004. SBY di 2004 bahkan dukungan partainya lebih kecil lagi, namun tetap menang. Mengapa?" kata Denny.Menurutnya, meski di atas kertas unggul, namun tak ada jaminan capres dengan dukungan gemuk parpol dapat mendulang suara. Ini disebabkan karena masyarakat langsung memilih figur."Di pilpres, pemilih memilih figur, dan tak terlalu peduli partai yang mendukungnya. Itu penyebabnya," tutur konsultan politik Golkar itu.Fenomena pada 2004, kata Denny, pesona SBY melampaui semua capres dari partai besar. Bahkan, survei di 2004 mencatat antusiasme publik jauh lebih kuat ke SBY . Kini, lanjutnya, hasil survei LSI menunjukkan antusiasme publik ke Jokowi jauh melampaui antusiasme ke Prabowo. Hal ini tak muncul seketika, tapi lebih pada rekam jejak Jokowi yang diingat publik."Publik lebih antusias mendukung Jokowi dgn sukarela ketimbang ke Prabowo. Ini kunci kemenangan Jokowi," tandasnya.

Rekomendasi