Ngotot panggil Boediono, Timwas Century curhat ke Muhammadiyah

Ada beberapa keterangan yang harus dijelaskan oleh Boediono di rapat Timwas secara terbuka.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Ngotot panggil Boediono, Timwas Century curhat ke Muhammadiyah
Ngotot panggil Boediono, Timwas Century curhat ke Muhammadiyah

Tim Pengawas (Timwas) Century hari ini bertemu dengan sejumlah petinggi PP Muhammadiyah. Tujuannya, untuk mengadukan nasib kasus bailout Bank Century dan rencana pemanggilan Wakil Presiden Boediono sebagai mantan gubernur Bank Indonesia (BI).Anggota Timwas Bank Century Bambang Soesatyo menegaskan tidak ada alasan lagi bagi Boediono untuk mangkir dalam undangan Timwas Century. Menurutnya, ada beberapa keterangan yang harus dijelaskan oleh Boediono di rapat Timwas secara terbuka."Tidak ada alasan lagi Boediono menolak untuk menjelaskan apa yang disampaikan di Pansus berbeda dengan yang disampaikan di Istana Wapres. Keinginan Timwas, dia menjelaskan tudingan Boediono yang bertanggujawab membengkaknya dana bailout adalah LPS," kata Bambang dalam pertemuan dengan pimpinan PP Muhamadiyah di Kantor Muhamadiyah, Jakarta, Jumat (31/1).Menurutnya, statemen Boediono itu dicurigai bahwa orang nomor dua itu menyeret masuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus Century. Selain itu, pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Boediono dirasa belum cukup, sebab proses tersebut dilakukan tertutup."Nah dalam bacaan politik di DPR, kita melihat Boediono menarik SBY dalam pusaran skandal ini, kalau pilihan hanya pemeriksaan di KPK, itu tertutup publik tidak bisa mendengar apa maksud yang terkandung yang paling bertanggungjawab adalah LPS," terangnya.Sementara itu, anggota Timwas lainnya, Chairuman Harahap menuding ada pihak-pihak yang mencoba menabrak konstitusi untuk melindungi kasus ini. Karena itu, dia meminta agar kasus ini dijelaskan secara gamblang oleh Muhammadiyah kepada masyarakat."Sebagai penjaga moral bangsa, kami ingin PP Muhammadiyah mengetahui persoalan ini, dan menyampaikan kepada bangsa, masalah konstitusi dan kepatuhan orang terhadap konstitusi kita," tegasnya.

Rekomendasi