7 Anggota DPR yang diperiksa BK terkait laporan Dahlan

Satu per satu anggota DPR yang dilaporkan Dahlan Iskan diperiksa Badan Kehormatan DPR.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
7 Anggota DPR yang diperiksa BK terkait laporan Dahlan
Sumaryoto diperiksa BK DPR. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Meski Badan Kehormatan (BK) DPR enggan membuka secara resmi 7 nama anggota DPR yang melakukan pemerasan kepada perusahaan-perusahaan BUMN, namun seiring berjalannya waktu, akhirnya satu per satu nama pemeras tersebut terkuak.Setelah kemarin BK DPR telah memeriksa politisi Golkar Idris Laena dan yang bersangkutan telah mengakui adanya pertemuan di luar forum beberapa kali oleh direksi BUMN, indikasi terjadinya pelanggaran juga sudah disampaikan Ketua BK DPR Muhammad Prakosa."Ada indikasi, nantinya akan kita dalami lebih lanjut sesuai mekanisme yang ada," jelas Prakosa usai memeriksa Idris kemarin (21/11).Selanjutnya, hari ini BK DPR memanggil politisi asal PDI Perjuangan Sumaryoto. Meski begitu, anggota Komisi XI ini tetap bersikeras tidak melakukan pemerasan seperti yang dituduhkan Menteri BUMN Dahlan Iskan.Berikutnya ada politisi asal Demokrat Achsanul Qosasih, dia juga ikut dituding terlibat dalam tindak pemerasan PT Merpati saat rapat Panja Merpati di ruang Komisi XI DPR beberapa waktu lalu.Seperti politisi lainnya, Achsanul juga membantah dan mengaku dalam rapat tersebut tidak membicarakan soal pencairan PMN hanya melakukan fungsi kontrol terhadap direksi Merpati.Politisi Demokrat lainnya yaitu Idris Sugeng, anggota komisi VI ini dituduh meminta jatah gula 2000 ton kepada Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro. Lagi-lagi anggota partai penguasa ini membantah dan mengaku tidak memeras, melainkan membeli gula sebanyak 4 ton."Saya membelinya dengan harga Rp 12 ribu per kilo tanpa diskon," jelas idris saat jumpa pers di Gedung DPR, Senin (12/11) yang lalu.Anggota komisi XI lainnya yang diduga melakukan pemerasan yaitu Linda Megawati, politisi Demokrat ini juga membantah dan merasa difitnah atas tudingan ini."Apa salah saya, kenapa difitnah demikian, keluarga dan rekan-rekan merasa tidak percaya dengan tuduhan demikian," kilah dia ketika ditanya wartawan di kompleks parlemen, Senin (19/11).Dua nama tambahan lainnya yang dilaporkan oleh Direktur Utama PT Merpati Rudy Setyopurnomo saat dimintai keterangan oleh BK DPR beberapa waktu lalu.Dia menyebut kader Demokrat Saidi Butar Butar dan kader PAN Muhamad Hatta sebagai pelaku pemerasan terhadap PMN di PT Merpati.Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Ketua BK DPR Abdul Wahab Dalimunthe, menurutnya dua nama baru ini pengganti dua nama yang direvisi Dahlan yaitu Andi Timo Pangerang dan M Ichlas El Qudsi."Yang dilaporkan Saidi Butar Butra dari Fraksi Demokrat dan Muhammad Hatta dari fraksi PAN," tutur dia, Kamis (22/11).Sehingga ada 7 nama yang saat ini akan dilakukan pemeriksaan oleh BK DPR dan apabila terbukti akan dikenakan sanksi sesuai mekanisme yang ada di badan kehormatan.

Rekomendasi