Rano Karno warisi jejak Atut pimpin Banten lewat Plt
Merdeka.com - Ketua DPD PDIP Banten Ribka Tjiptaning terang-terangan menyebut jika PDIP mulai menunjukkan sikap tegasnya untuk menempatkan kadernya Rano Karno untuk menggantikan posisi Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten. Bahkan Rano yang kini duduk sebagai Wakil Gubernur disebut Ribka sudah dekat dengan kursi gubernur.
Saat memberikan sambutan dalam acara pembekalan Caleg dan Pelantikan BP Pemilu DPD PDIP Banten di Sari Kuring Indah, Cilegon, Banten, sabtu (5/10) lalu, Ribka bahkan terang-terangan menyapa Rano Karno dengan sebutan sebagai calon Gubernur Banten.
"Apa kabar adik saya Rano Karno , yang sebentar lagi akan menjadi Gubernur Banten," sapa Ribka kepada Rano Karno , yang langsung di sambut tepuk tangan oleh kader dan pengurus PDIP saat itu.
Rano yang hadir dalam acara itu hanya tersenyum tersipu. "Dari awal saya katakan, kita akan merahkan Banten dan kita rebut Banten sebagai basis Perjuangan," tegas Ribka kala itu.
Pernyataan Ribka ini tentu bukan pepesan kosong. Saat ini Ratu Atut sudah dicegah ke luar negeri oleh Kementerian Hukum dan HAM atas permintaan dari KPK. Ribka pun meyakini, jika 'umur' Atut di Banten tidak akan panjang.
Sebelumnya, hubungan antara Atut dan Rano sendiri pernah dikabarkan renggang. Bahkan Rano Karno yang juga politisi PDIP ini dikabarkan pernah akan mundur dari jabatannya, sebagai Wakil Gubernur Banten. Alasannya, pemeran Si Doel dalam sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' ini merasa tidak mendapatkan kewenangan yang banyak sebagai wakil dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah .
Kabar tersebut disampaikan oleh koleganya di partai berlambang banteng moncong putih, Deddy Gumelar alias Miing. Dia menjelaskan, kala itu dirinya dan Rano sedang ngobrol bareng. Lantas, kata dia, Rano sempat menyatakan ingin mundur.
"Saya dan Rano sempat ngobrol, di situ dia mengatakan sempat terlintas mau mundur," kata Deddy saat dihubungi wartawan, Selasa (23/7) lalu.
Namun, mendengar sikap Rano itu, mantan komedian ini langsung melarangnya. Menurut dia, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga melarang Rano untuk mundur.
"Saya bilang jangan dan tapi Bu Mega juga bilang tidak usah mundur," imbuhnya.
Batal mundurnya Rano ternyata membawa berkah. Dengan dicegahnya Atut, Rano pun digadang-gadang tak lama lagi akan menjadi Gubernur Banten. Namun hal ini tentu menunggu proses hukum yang saat ini sedang ditangani KPK.
Bila Ratu Atut ditetapkan jadi tersangka, tentu kursi gubernur Banten akan beralih ke Rano Karno . Hal ini juga pernah terjadi pada Ratu Atut. Orang nomor satu di Banten itu juga pernah menerima limpahan kekuasaan dari gubernur sebelumnya.
Ratu Atut terpilih sebagai wagub berpasangan dengan Djoko Munandar pada 11 Januari 2002. Namun di tengah jalan, Djoko Munandar dicopot dari jabatannya karena tersandung kasus korupsi, Ratu Atut pun ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Banten. Atut pun menjadi Gubernur Banten.
Sebagai pelaksana tugas (plt) gubernur, Atut lalu mempersiapkan dan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah 2006. Dalam pilkada itu, istri anggota DPR Hikmat Tomet ini mencalonkan diri sebagai gubernur dan berpasangan dengan calon wakil gubernur Mohammad Masduki. Pencalonan mereka didukung Partai Golkar, PDI-P, PBR, PBB, PDS, Partai Patriot, dan PKPB. Atut pun menjadi gubernur pertama wanita.
Lalu apakah Rano Karno juga akan mewarisi kursi Gubernur Banten dari Atut? Bola panas itu kini berada di KPK. Namun peluang 'Si Doel' untuk menjadi Gubernur (plt) Banten tentu sangat terbuka lebar.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya