Prabowo-Sandiaga Lebih Percaya Pendapat Ahli Ketimbang Survei LSI

Kamis, 31 Januari 2019 10:30 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Prabowo-Sandiaga Lebih Percaya Pendapat Ahli Ketimbang Survei LSI Prabowo-Sandi di Debat Capres. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Survei terbaru LSI Denny JA menyebutkan, Jokowi-Ma'ruf lebih unggul ketimbang Prabowo-Sandiaga dalam debat capres perdana pada 17 Januari lalu. Namun, kubu Prabowo-Sandiaga tak percaya dengan hasil itu.

"Itu bisa-bisanya LSI saja. Publik sudah paham kok kecenderungan mereka kemana. Kami kira masyarakat bisa mengambil kesimpulan sendiri," kata Juru Debat Prabowo-Sandiaga, Suhud Aliyuddin kepada merdeka.com, Kamis (31/1).

Politikus PKS ini lebih percaya dengan pendapat para ahli usai penampilan debat capres dengan tema korupsi, hukum, HAM dan terorisme itu. Dia juga melihat, Prabowo-Sandiaga jauh ungguli Jokowi-Ma'ruf.

"Berdasarkan pantauan kami di media sosial maupun pendapat para ahli, justru hasilnya berbeda. Pasangan Prabowo-Sandi dianggap lebih unggul dalam banyak aspek," tambah Suhud.

Terlebih lagi, kata dia, hasil survei beberapa lembaga survei memperlihatkan trend elektabilitas petahana cenderung turun dan mentok di bawah 50 persen. Sementara, kata dia, trend pasangan Prabowo-Sandi terus naik.

"Kami kira kita perlu larut dalam debat yang tak berujung soal siapa yang terbaik. Semua akan dibuktikan pada hasil 17 April mendatang. Pasangan mana yang dipilih oleh mayoriras rakyat," tutup Suhud.

Diketahui, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, merilis hasil survei Pilpres 2019 yang dilakukan 18-25 Januari 2019. Dimana salah satunya, melihat penilaian siapa yang unggul dalam debat perdana Capres 17 Januari 2019 kemarin.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan, pasangan Jokowi-Ma'ruf dinilai oleh responden lebih unggul daripada pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Sebanyak 50 persen yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul, sementara Prabowo-Sandiaga 35,4 persen. Sedangkan yang memilih tak menjawab 14,6 persen," kata Adjie di kantornya, Jakarta, Rabu (30/1).

Menurut dia, secara umum publik menilainya Jokowi-Ma'ruf menang di debat perdana daripada Prabowo-Sandiaga. Meskipun ini adalah persepsi publik yang menonton.

"Tentunya ini persepsi oleh publik," ucap Adjie.

Dia pun menyebut, pihaknya menanyakan kepada responden soal unggulnya masing-masing calon. Yang pertama, Jokowi-Ma'ruf dinilai memiliki kemampuan komunikasi sebanyak 39,4 persen, dibandingkan dengan Prabowo-Sandiaga 33,7 persen. Sedangkan yang menyatakan sama saja memiliki kemampuan 23,6 persen dan tidak menjawab 3,3 persen.

"Yang kedua, sebanyak 37,7 persen Jokowi-Ma'ruf disebut menguasai materi, sedangkan Prabowo-Sandiaga 31,2 persen. Sementara yang menilai sama 23,9 persen dan tidak menjawab 7,2 persen," ungkap Adjie.

Untuk dimensi ketiga, yaitu program kerja, Jokowi-Ma'ruf juga dinilai unggul dengan meraih 45,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 26,2 persen. Yang melihat keduanya sama saja sebanyak 19,9 persen dan tidak menjawab 8,7 persen.

Adjie juga membeberkan, paslon Prabowo-Sandiaga dari dimensi kompak meraih 46 persen. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya 30,1 persen. Yang menilainya sama saja sebanyak 19,1 persen dan tak menjawab 4,8 persen.

"Untuk penguatan permasalahan sesuai tema debat, publik menilai Jokowi-Ma'ruf lebih baik dengan 38 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 31,6 persen. Yang melihat sama saja 21,9 persen, dan tidak menjawab 8,5 persen," tuturnya.

Yang terakhir, Jokowi-Ma'ruf dinilai lebih baik dalam urusan kepemimpinan yang kuat dengan raihan 39,4 persen. Prabowo-Sandiaga 34,9 persen, yang menilainya sama saja 17,9 persen. Dan tak menjawab 7,8 persen.

"Dari 5 dimensi debat Capres-Cawapres, Jokowi-Ma'ruf menang 5 dimensi, sedangkan Prabowo-Sandiaga menang 1 dimensi. Skor 5-1," pungkasnya.

Adapun survei ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah 1.200 responden. Prosesnya pun menggunakan wawancara tatap muka dengan kuesioner, dan margin of errornya -/+ 2,8 persen. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini