Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prabowo: Gerindra bukan partainya Prabowo, Hashim dan Fadli Zon

Prabowo: Gerindra bukan partainya Prabowo, Hashim dan Fadli Zon Prabowo Subianto . ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengingatkan bahwa partainya bukan milik perorangan, tapi milik jutaan rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, dia berterima kasih kepada seluruh kader Gerindra yang telah menyukseskan proses verifikasi faktual KPU sehingga partainya lolos ikut Pemilu 2019.

"Ini mau saya gambarkan mendirikan partai tidak gampang, ini bukan partainya Prabowo, bukan partai Hasyim, Fadli. Tapi partai jutaan rakyat," kata Prabowo saat pidato di HUT Gerindra ke-10 di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2).

Prabowo pun siap turun tahta dari partai yang telah didirikannya itu suatu saat. Dia memahami bahwa tak selamanya bisa memimpin partai berlambang kepala burung Garuda tersebut. Dia akan mulai berhenti jika tak lagi kuat mengangkat bendera Gerindra.

"Kalau tidak kuat turun, tapi pengganti saya harus tetap merah putih, setia pada Pancasila, UUD '45 dan setia pada rakyat Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo mengisahkan, selama 10 tahun berlalu sudah banyak susah dan senang yang dialami oleh partainya tersebut. Banyak pengalaman yang tidak diajarkan di dunia pendidikan dalam berpolitik di Indonesia. Khususnya soal besarnya uang yang harus disediakan partai dalam ikut berdemokrasi. Misalnya satu contoh biaya saksi dalam pemilu.

Tapi Prabowo mengingatkan, jangan sekali berpikir menjadi politisi di partai untuk cari makan. Dia ingin seluruh politisi Gerindra menjadi seorang yang mampu berbuat banyak bagi rakyat.

"Jangan kita di sini untuk cari makan. Jangan di sini untuk cari makan. Saya minta hadir di Gerindra jangan kau duduk hanya lihat gambar-gambar pahlawan itu. Kita taruh di situ bukan untuk memuja-muja atau ikon, tapi mengingatkan kita apa kita pantas meneruskan perjuangan mereka itu," jelas Prabowo.

Prabowo mengingatkan kepada seluruh kader untuk terus berjuang kepada rakyat, membela kepentingan rakyat banyak. Menurut dia, kesulitan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah melawan bangsa sendiri.

"Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri, bangsa sendiri yang serakah, bangsa sendiri yang lupa kepentingan orang banyak," terang Mantan Danjen Kopassus itu.

"Kita ingat kata-kata Bung Hatta, lebih baik Indonesia tenggelam di dasar lautan daripada jadi embel-embel bangsa lain," kata Prabowo.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP