Prabowo disebut lebih berani hadapi Sarumpaet ketimbang Jokowi soal BBM

Jumat, 12 Oktober 2018 17:36 Reporter : Hari Ariyanti
Prabowo hadiri rakernas LDII. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Partai Gerindra menilai, Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak miliki sikap gentleman khususnya saat mengumumkan kenaikan harga BBM. Jika pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga BBM, Jokowi selalu diwakili Wapres atau menteri.

Sebaliknya jika harga BBM diturunkan, Jokowi yang langsung mengumumkan. Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, Jumat (12/10).

"Kalau naik Pak JK yang ngomong, menteri. Giliran turun, baru tampil. Pemimpin itu harus berani, sportif, seperti Prabowo. Sekalipun ada kasus Ratna yang pahit, Prabowo tampil dengan gentleman dan jujur. Soalnya masyarakat semakin cerdas," kata dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan.

Beberapa hari lalu, pemerintah batal menaikkan harga BBM jenis premium. Riza heran dengan rencana kenaikan itu, padahal menurutnya harga minyak dunia sedang turun. Ia juga menilai pemerintah tak konsisten, harga BBM kerap dinaikkan dan beberapa waktu kemudian diturunkan.

"Berapa hari ada naik, turun lagi. Kayak poco-poco, ada naik ada turun. Lagi-lagi pemerintah tidak kompak, lagi publik dipertontonkan sesuatu yang tak kompak. Mulai dari kasus gula, kasus BBM, beras, dan kasus lainnya," kritiknya.

Riza menyarankan, sebelum mengeluarkan kebijakan pemerintah harus membahasnya dulu di internal. Jangan kemudian tiba-tiba menyelenggarakan konferensi pers terkait pembatalan kenaikan harga itu.

"Pemerintah tuh rapat dulu lah jangan asal konferensi pers. Jangan asal bicara. Harusnya untuk ini, harus ada perencanaan yang matang dan komprehensif soal manajemen minyak kita, kapan harus naik dan turun," jelasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini