PPP nilai wajar komitmen Jokowi soal rangkap jabatan bisa berubah

Selasa, 23 Januari 2018 17:46 Reporter : Sania Mashabi
PPP nilai wajar komitmen Jokowi soal rangkap jabatan bisa berubah Jokowi bersama Menteri Basuki Hadimuljono. ©handout/Humas Kementerian PUPR

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani tidak mempermasalahkan soal larangan rangkap jabatan menteri yang kini dilanggar sendiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, hal biasa bila Jokowi mengubah kebijakannya atau komitmennya.

"Soal rangkap jabatan itu adalah persoalan kebijakan Presiden. Bukan penabrakan terhadap aturan Perundangan-undangan. Yang namanya kebijakan itu boleh berubah karena situasinya juga bisa berubah," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (23/1).

Bagi PPP, kata dia, yang penting sifatnya tidak menabrak peraturan Perundangan-undangan. Arsul menganggap persoalan ini bukanlah bentuk inkonsistensi Jokowi. Menurutnya, selama rangkap jabatan tidak mengganggu kinerja kabinet, maka tidak ada hal yang harus dipermasalahkan.

"Beliau bisa mengatur waktu atau tidak, beliau bisa melaksanakan tugas-tugasnya tidak sebagai menteri sesuai target-target yang diberikan Presiden. Selama itu bisa dilaksanakan so what's the problem there?," ucapnya.

Saat ini, di kabinet kerja terdapat ada menteri yang masih menjadi pengurus aktif partai yakni Menteri Perindustrian yang juga Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Menteri Sosial yang juga korbid hubungan eksekutif dan legislatif Golkar Idrus Marham. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini