PPP Muktamar Jakarta Polisikan Sudarto

Minggu, 15 Desember 2019 08:33 Reporter : Fikri Faqih
PPP Muktamar Jakarta Polisikan Sudarto PPP kubu Djan Faridz siap gelar Mukernas. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Ketua DPP hasil Muktamar Jakarta Ibnu Hajar Dewantoro akan mempolisikan mantan Sekjen PPP hasil Muktamar Jakarta Sudarto. Alasannya karena Sudarto telah memberikan keterangan palsu saat Mukernas V PPP hasil Muktamar Pondok Gede.

Ibnu keberatan dengan klaim yang disampaikan Sudarto di acara PPP hasil Muktamar Pondok Gede. Di mana menyampaikan telah terjadi islah antara dua kubu PPP itu lantaran Sudarto hadir dalam Mukernas V sebagai Sekjen hasil Muktamar Jakarta.

"Mengingat saudara Sudarto telah memberikan keterangan palsu mengaku seolah dia sebagai Sekjen DPP PPP MJ dan mewakili kepentingan PPP MJ, maka saudara Sudarto segera akan kami laporkan kepada pihak kepolisian. Dan kami peringati semua pihak agar tidak menyuarakan berita palsu tersebut untuk menghindari tuntutan hukum dari kami," katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/12).

Dia mengungkapkan, Sudarto sudah tidak bisa mewakili PPP hasil Muktamar Jakarta lantaran telah dipecat dari jabatannya sebagai Sekjen. Bahkan, Ibnu menegaskan, Sudarto juga sudah bukan kader PPP hasil Muktamar Jakarta.

"Sudarto sudah dipecat sebagai Sekjen PPP MJ sesuai degan surat DPP No 1667/PEMB/DPP/XI/2019 per tanggal 18 November 2019 dengan alasan saudara Sudarto telah mengajukan Surat Pengunduran Diri ke DPP PPP tertanggal 25 Juli 2018," tutupnya.

1 dari 2 halaman

Sebelumnya, Sudarto hadir dalam acara Mukernas V PPP Muktamar Pondok Gede. Dia menyebut, kehadirannya sebagai tanda bahwa dualisme kepengurusan partai kabah sudah berakhir.

"Jadi begini lah, hasil pemilu 2019 itu peringatan buat kita semua. Semua kader PPP ditegur bahwa sudah saatnya kita harus memikirkan PPP ke depan ini supaya lebih baik," kata Sudarto di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (14/12).

Meski dia hadir, Ketum PPP Pondok Gede Humprey Djemat tidak datang ke acara Mukernas. Sudarto mengaku, Humprey punya kesibukan lain. Ia pun tidak minta izin ke Humprey untuk hadir di Mukernas PPP.

"Saya kira dalam bersikap tidak perlu harus ada izin, tetapi yang penting kita punya semangat yang sama, Pak Humprey pun saya kira punya semangat yang sama, untuk bagaimana PPP menjadi besar karena itu jadi perhatian kita semua," tuturnya.

Menurutnya, internal PPP Muktamar Pondok Gede juga sudah tidak ada masalah kepengurusan. Sudarto ingin islah PPP harus terjadi dengan hati ikhlas dan niat tulus guna membesarkan PPP tanpa syarat apapun.

"Saya kira sudah selesai kita urusan-urusan seperti itu, karena kita sekarang saatnya untuk berpikir bahwa PPP bangkit dan PPP siap menyongsong pemilu," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Bersatu untuk Eksistensi

Menurutnya, Kubu Muktamar Jakarta dan Pondok Gede sudah bergabung dan islahnya terjadi secara alamiah. Dia ingin para kader secara sadar bersatu memperkuat eksistensi partai.

"Saya kira kita sudah melebur kok, tidak ada lagi kita membicarakan islah. Islah sudah menjadi menjadi kesadaran bersama," ucapnya.

Lebih lanjut, kata dia, tidak perlu ada pembicaraan khusus terkait islah antara kubu Humprey Djemat dan Suharso Monoarfa. Menurutnya, keduanya juga ingin membangun PPP menjadi besar.

"Kita secara alamiah saja, kekeluargaan, tidak ada pembicaraan-pembicaraan khusus, tidak ada syarat-syarat khusus, karena pikiran kita hanya satu, bagaimana PPP ke depan menjadi besar, dan PPP eksis dalam perpolitikan," tandasnya. [fik]

Baca juga:
PPP Putuskan Muktamar IX Dipercepat Setelah Pilkada 2020
Pemilihan Dipercepat Setelah Pilkada 2020, Ini Kandidat Calon Ketum PPP
PPP Muktamar Pondok Gede: Nabi Ada yang Ngaku Palsu, Apalagi Ketua Umum
Wasekjen PPP: Tidak Ada Istilah Muktamar Islah
PPP Muktamar Jakarta Polisikan Sudarto

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini