PPP: Apa Hubungannya Menteri Fokus Kerja dengan Rencana Koalisi Tiga Partai?

Jumat, 13 Mei 2022 13:41 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PPP: Apa Hubungannya Menteri Fokus Kerja dengan Rencana Koalisi Tiga Partai? arsul sani. ©2019 Merdeka.com/hari ariyanti

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani menilai, tak ada hubungannya antara menteri fokus kerja dengan agenda politik Golkar, PAN dan PPP. Hal ini menanggapi instruksi Presiden Jokowi yang meminta menterinya fokus bekerja jelang tahapan pemilu 2024.

Golkar sendiri dipimpin oleh Airlangga Hartarto yang juga Menko Perekonomian. Sedangkan, PPP dikomandoi oleh Suharso Monoarfa yang tak lain adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

"Memang apa hubungannya antara menteri fokus kerja dengan rencana koalisi 3 partai itu?" katanya kepada merdeka.com, Jumat (13/5).

Arsul mengaku, alasan deklarasi Golkar, PAN dan PPP sejak dini agar koalisi tak bersifat pragmatis. Yaitu sekedar bicara paslon Pilpres dan bagi-bagi jatah di kabinet nanti.

"Pembicaraan awal 3 ketum partai PG, PAN, PPP untuk merencanakan koalisi dalam Pilpres 2024 adalah bagian dari ikhtiar agar koalisi partai tidak bersifat pragmatis, yakni hanya sekedar bicara tentang paslon Pilpres dan bagi-bagi kursi kabinet," ujarnya.

Menurutnya, dengan melakukan perencanaan koalisi dari jauh waktu sebelum pilpres, ketiga partai ingin bicara dan bermusyawarah lebih dulu tentang platform politik. Serta pembangunan kedepan yang seyogianya dilakukan jika paslon yang diusung menang di Pilpres.

"Platform politik dan pembangunan tersebut bertumpu pada tekad agar legacy pemerintahan Jokowi-KMA ini diteruskan sehingga ada kesinambungan pemerintahan dan pembangunan," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Diketahui, Pertemuan Golkar, PAN dan PPP menyepakati akan berkoalisi untuk Pemilu 2024. Hal itu merupakan hasil pertemuan di Rumah Heritage, Jakarta, Kamis (12/5) malam.

"Kita akan bekerja sama ke depan untuk mengawal agenda-agenda politik ke depan. Termasuk dalam pemilu nanti di 2024," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Airlangga bahkan menginstruksikan kepada pengurus Golkar dari pusat hingga daerah untuk menjalin kerjasama dengan PPP dan PAN.

"Kami secara khusus dari Partai Golkar, meminta dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai Golkar, baik tingkat provinsi, kabupaten, kota untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan juga kerja sama dengan PAN dan PPP," tegas Airlangga.

Sementara, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa tahapan Pemilu 2024 akan dimulai pada pertengahan 2022. Dia pun meminta jajaran menteri dan para kepala lembaga negara untuk fokus bekerja sesuai tugas masing-masing.

"Berkaitan dengan tahapan pemilu 2024 yang sudah akan dimulai pertengahan tahun ini, saya juga minta menteri, kepala lembaga agar fokus betul-betul bekerja di tugasnya masing-masing," jelas Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (9/5).

Jokowi juga menekankan agenda-agenda strategis nasional yang menjadi prioritas bersama harus terselenggara dengan baik. Jokowi ingin Pemilu 2024 berjalan dengan baik dan tanpa ada gangguan.

"Agenda-agenda strategis nasional yang menjadi prioritas kita bersama betul-betul bisa kita pastikan terselenggara dengan baik, Pemilu terselenggara dengan baik, lancar, dan tanpa gangguan," ujar Jokowi. [fik]

Baca juga:
Airlangga Dinilai Ciptakan Trend Politik Baru Usung Koalisi Indonesia Bersatu
Gerindra Soal Koalisi Golkar, PAN Dan PPP Tak Ganggu Kinerja Menteri
Airlangga Ungkap Alasan Bangun Koalisi Lebih Awal
Sepakat Bersama di 2024, Golkar-PAN-PPP Beri Nama Koalisi Indonesia Bersatu
Koalisi dengan Golkar dan PAN, Ketum PPP Prediksi Partai Lain Akan Bergabung
Golkar, PPP dan PAN Umumkan Koalisi Lebih Awal untuk Cegah Perpecahan
Golkar, PPP dan PAN Sepakat Koalisi di Pemilu 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini