Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politisi PKS nilai di era Jokowi daya beli masyarakat melemah

Politisi PKS nilai di era Jokowi daya beli masyarakat melemah Jokowi-JK hadiri buka puasa bersama Partai NasDem. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menilai selama tiga tahun menjabat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak terbilang sukses. Dia menilai Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla (JK) hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.

"Kalau saya katakan pemerintahan sekarang ini fokus pada infrastruktur dan infrastruktur ini memang lambat. Makanya BUMN ini jarang yang mau main di infrastruktur karena kembaliannya itu lama bahkan juga sering terjadi permasalah dengan lingkungan," Kata Nasir di Warung komando, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Selain itu, kata anggota Komisi III DPR ini, di pemerintahan Jokowi ekonomi dan daya beli masyarakat melemah. Hal itu kata Nasir terjadi karena adanya permainan politik yang menguasai alur ekonomi.

"Sebenarya kena turun karena ketika belanja infrastruktur itu justru support-supportnya mereka-mereka juga jadi yang mengerjakan itu ya mereka-mereka juga. Jadi uang berputar di mereka-mereka juga tidak di luar mereka itu menyebabkan kenapa daya beli masyarakat turun," ujarnya.

Terkait elektabilitas di Pilpres 2019, Nasir melihat bahwa elektabilitas Jokowi dan juga Prabowo untuk di 2019 menurun. Bahkan kata dia, masyakarat ingin capres lain selain Jokowi dan Prabowo.

"Kemari ada survei yang dilakukan oleh satu lembaga survei, yang juga memang elektabilitas Jokowi ini menurun sehingga ke 26 persen elektabilitas Prabowo lebih kurang 23 persen lebih kurang 10 persen yang menginginkan ke depan capres itu bukan Jokowi dan Prabowo, jangan-jangan Joko, Jokowi-Gatot," ucapnya sambil terkekeh.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP