Politisi PDIP Yakin Ahok Tak Akan Bertindak yang Rugikan Jokowi

Rabu, 13 Februari 2019 18:22 Reporter : Sania Mashabi
Politisi PDIP Yakin Ahok Tak Akan Bertindak yang Rugikan Jokowi Ahok Gabung PDIP. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Bidang Pelatihan dan Pendidikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) Eva Kusuma Sundari yakin elektabilitas pasangan capres-cawapres Joko Widodo ( Jokowi) dan Ma'ruf Amin tak akan merosot meski mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bergabung dengan PDIP. Sebab, pemilih Jokowi memiliki pandangan Islam yang moderat.

"Karena gini siapa yang mendukung Pak Jokowi itu selalu mempunyai pandangan yang moderat tentang Islam dan bukan pandangan yang konservatif," kata Eva di Kompleks Parlemen, Senayan, jakarta, Rabu (13/2).

Dia yakin Ahok juga tahu diri untuk tidak terlibat langsung menjadi bagian dari tim pemenangan yang bisa merugikan pasangan nomor urut 01. Karena itu, dia yakin elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tidak akan terpengaruh oleh Ahok.

"Menurutku Pak Ahok tahu dirilah enggak mungkin akan bertindak sesuatu yang merugikan Pak Jokowi yang Sahabat karibnya," ungkapnya.

"Jadi kalau dia mau memaksakan kehendak-kehendak yang sensitif tidak akan dilakukan. Kalau mau membantu ya jangan merugikan itu menurutku," sambungnya.

Eva juga menegaskan Ahok tidak akan bergabung ke Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Pasalnya, struktur TKN sudah tidak bisa diubah.

"Nah susunan TKN juga sudah fix di dalamnya jadi spekulasi bahwa Pak Ahok akan masuk ke TKN itu tidak benar. Dan Pak JK juga sudah menegaskan ini kan tidak masuk karena memang secara teknis nggak memungkinkan untuk mengubah susunan TKN," ucapnya.

Sebelumnya,Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla menanggapi isu bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) jadi bagian TKN. Dia menegaskan agar mantan Gubernur DKI Jakarta tidak bergabung dan dimasukan dalam struktur TKN.

"Kalau saya sebagai dewan pengarah, jangan!" tegas JK di Jalan Merdeka Utara, Selasa (12/1).

Dia menjelaskan mengapa Ahok tidak perlu masuk TKN. Menurut dia, jika Ahok masuk pemilih akan mengingat kesalahannya yang terdahulu dengan label 'penista agama'. Dia menilai hal tersebut dapat mengurangi suara Jokowi.

"Alasannya tadi, berakibat lagi orang mengingat oh, ini pak Jokowi didukung oleh penista agama, kan bahaya itu. Bisa mengurangi suara lagi. apa saya bilang, apa saya bilang," kata JK. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini