Politisi Golkar sebut sebaiknya penunjukan Ketua DPR setelah Munaslub

Minggu, 10 Desember 2017 18:37 Reporter : Ahda Bayhaqi
Politisi Golkar sebut sebaiknya penunjukan Ketua DPR setelah Munaslub Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia. ©2017 Merdeka.com/Rendi Perdana

Merdeka.com - Politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menuding penunjukan Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR hanya upaya Setya Novanto melanggengkan kekuasaannya. Sebab, kata dia, Azis salah satu orang di kubu Setya Novanto.

"Surat ini menunjukkan masih ada kepentingan pro status quo yang selama ini mengelola DPP Partai Golkar secara oligarkis yang mereka melakukan manajemen partai berdasarkan tumpukan kumpulan kepentingan pribadi dan kelompok-kelompok di atas kepentingan partai," ujar dia di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/12).

Doli tak segan mengakui saat ini ada dua kubu dalam partai berlambang beringin itu. Mereka adalah kubu status quo dan kubu perubahan. Kubu perubahan terus mendorong Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk pergantian ketum baru. Kubu perubahan terus mendesak dilaksanakan pleno yang tak kunjung digelar untuk mendorong Munaslub. Namun, dia curiga tak ada kejelasan karena mereka masih tetap mempertahankan kekuasaannya.

"Tunggu mereka sejauh mana bisa terus memperjuangkan kelompok-kelompok status quo yang menurut saya tak terlalu banyak tapi memiliki posisi keputusan strategis pengambilan keputusan partai," kata Doli.

Menurutnya, idealnya pembicaraan soal ketua DPR didahului pergantian ketum. Apalagi, surat pengunduran Setnov dan penunjukan Azis Syamsuddin telah menyalahi mekanisme partai.

"Alangkah baik kalau perubahan DPR itu dimulai dari perubahan wajah kepemimpinan Golkar. Karena itu kita tunggu pembaharuan di Golkar setelah itu DPP baru menetapkan siapa figur paling pas mengubah citra dan wajah DPR yang baru," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengakui ada surat penunjukan Ketua Banggar Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto. Namun belum ada surat resmi yang diterima oleh pimpinan.

"Jadi itu adalah tentang status terakhir dari Pak Novanto. Memang ada informasi resmi tapi belum tertulis dari pihak keluarga beliau bahwa beliau sudah tanda tangan pengunduran diri," ujar Fahri melalui pesan singkat diterima wartawan, Minggu (10/12). [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini