Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politisi Gerindra tuding KPK membunuh karakter Amien Rais

Politisi Gerindra tuding KPK membunuh karakter Amien Rais Amien Rais konpers. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa melihat, terseretnya nama pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dalam pusaran korupsi Alat Kesehatan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, hanya gertakan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Desmond menuding cara ini dilakukan untuk membunuh karakter seseorang.

"Menurut saya apa yang dilakukan KPK hari ini bluffing terhadap orang-orang ini kan character assassination (pembunuhan karakter). Kalau ketika sudah melakukan character assassination kayak gini, kita harus meragukan penyidikan yang dilakukan KPK hari ini," kata Desmond di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/6).

Desmond menduga tudingan kepada Amien sebagai pesanan pihak tertentu. Ini membuat kinerja KPK tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku. "Kalau ini benar orderan, KPK sudah tidak berjalan di ranah yang benar," tegasnya.

Wakil Ketua Komisi III ini menyarankan Pansus angket KPK harus mengontrol dan mengevaluasi dugaan tersebut. "Nah ini lah yang harus dievaluasi, pansus diharapkan DPR harus kontrol, pansus harus bicarakan," ucapnya.

Diketahui, Pendiri PAN Amien Rais disebut menerima transfer dana hingga Rp 600 juta dari pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan.

"Adanya aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alkes dengan PAN yaitu Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah) maupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation sendiri," kata Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto saat membacakan tuntutan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di pengadilan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) Jakarta, Rabu (31/5) malam.

Menurut jaksa, pemenang proyek pengadaan itu yaitu PT Indofarma Tbk yang ditunjuk langsung Siti Fadilah dan menerima pembayaran dari Kemenkes lalu membayar suplier alkes yaitu PT Mitra Medidua.

"Selanjutnya PT Mitra Medidua pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan sekretaris pada Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF)," kata jaksa Iskandar.

Adanya isu tersebut membuat Amien merasa perlu untuk mengklarifikasi dan memperbaiki nama baiknya. Karena itu tepat pada hari ini, 5 Juni 2017 dia akan berkunjung ke KPK dan menjelaskan mengenai dana Rp 600 Juta itu.

"Saya akan berkunjung ke KPK untuk menjelaskan duduk persoalannya tentang aliran dana RP 600 juta yang masuk ke rekening saya," ujar Amien kepada wartawan.

Ketua Dewan Majelis Kehormatan PAN ini mengaku akan melakukan ibadah Umroh pada 8 Juni mendatang. "Sebelum saya berangkat umrah, saya akan berkunjung ke KPK terlebih dahulu, kalau dipanggil KPK saat masih umrah, saya khawatir dianggap kabur, lari dari tanggung jawab," tegasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP