PKS: Seolah birokrasi didorong ramai-ramai ke Pak Jokowi

Kamis, 11 Oktober 2018 22:02 Reporter : Sania Mashabi
Jokowi nonton Asian Para Games. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, Pilpres 2019 adalah yang terberat bagi Prabowo Subianto. Menurut Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid ucapan itu hanya penyemangat saja.

"Itu hanya untuk justru membangkitkan semangat di Prabowo-Sandi dan timnya untuk meraih kemenangan karena beliau menyampaikan pemetaan masalahnya, ini loh masalahnya dan memang ini bagian yang harus dikritisi," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10).

Hidayat menjelaskan, memang ada beberapa persoalan yang harus dihadapi Prabowo dan cawapresnya, yakni Sandiaga Uno. Salah satunya adalah ideologi media yang dipengaruhi oleh pemimpin partai.

"Dan memang ini bagian yang harus dikritisi bagaimana mungkin birokrasi seolah-olah didorong untuk kemudian secara ramai-ramai ke Pak Jokowi, kemudian mohon maaf media juga, media dimiliki oleh partai-partai yang afiliasi ke sebelah sana," ungkapnya.

Meski begitu, kata dia, semua keputusan ada di tangan rakyat, bukannya pada lembaga. Hidayat pun berharap masyarakat tidak gampang percaya dengan hasil dari lembaga survei.

"Jadi menurut saya memang pada akhirnya tetap saja kedaulatan ada di tangan rakyat. Rakyat dengan disandingkan dengan Pak Prabowo akan melihat dan mendapatkan informasi bagaimana tahap pemilihan yang akan datang," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Pilpres 2019 bagi ketua umumnya, Prabowo Subianto. Sebab, kata dia, banyak kelapa daerah yang mendeklarasika diri mendukung pasangan petahana Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin.

"Dari tiga kali maju Pak Prabowo sebagai presiden, yang kebetulan saya tetap jadi sekjen partai yang mengusung beliau, kami merasakan terus terang ini adalah bobot terberat beliau menjadi calon presiden," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10).

"Kami merasakan bahwa dulu 2009 tidak ada pengerahan Bupati, Walikota, Gubernur semasif seperti sekarang ini. Sekarang ini Gubernur, Bupati, Walikota seperti dikerahkan untuk memberikan deklarasi dukungan ke Jokowi-Maruf," sambungnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini