PKS Minta Jokowi Tak Pakai Anggaran Kampanye Jika Kunker Sebagai Presiden

Kamis, 24 Januari 2019 16:59 Reporter : Sania Mashabi
PKS Minta Jokowi Tak Pakai Anggaran Kampanye Jika Kunker Sebagai Presiden Mardani Ali Sera. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengomentari pembelian penggunaan uang Tim Kampanye Nasional (TKN) Rp 2 miliar untuk membeli botol sabun cuci oleh Presiden sekaligus capres 2019 Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja ke Garut Jawa Barat. Menurutnya saat kunjungan kerja kenegaraan Jokowi tidak boleh menggunakan dana kampanye.

"Kalau menurut saya tidak boleh begitu. Ketika bukan sebagai Capres seluruh hal itu di cover. Kita kami komisi-komisi sudah menyiapkan dana untuk setiap kantor kepresidenan," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1).

Dia menjelaskan, presiden sudah memiliki keuangan dari negara. Di antaranya melalui Kantor Staf Kepresidenan dan Kantor Sekretariat Negara.

"Kalau dalam kunjungan resmi enggak boleh pakai TKN begitu loh. Itu namanya tidak jelas posisinya," ungkapnya.

Mardani juga menyarankan Jokowi sebagai kepala negara harus memberi contoh soal transparansi. Terutama soal asal usul dana pembelian botol sabun itu.

"Saya beli Rp 2 miliar duitnya, duit saya pribadi nih ya. Kan declare saja kenapa? Atau duitnya dikasih sama pengusaha ini declare saja kenapa begitu loh. Jangan malah membuat masyarakat jadi habis energi sosialnya untuk perkara kecil ini sebetulnya," ucapnya.

Diketahui, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1), Jokowi membeli 100 ribu botol sabun cuci piring dari pegiat UMKM. Sabun cuci piring itu milik pengusaha lokal Eli Liawati. Sabun tersebut diberi label 'Sabun Cuci Padawangi'.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan bahwa dana yang dipakai capres petahana itu berasal dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Jadi dana yang digunakan untuk membeli sabun sejumlah 100 ribu sabun, (Harga) per sabunnya Rp 20 ribu, totalnya Rp 2 miliar itu adalah dana dari TKN," jelas Pramono di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Pramono yang merupakan Anggota Dewan Pengarah TKN itu menjelaskan bahwa Jokowi memborong sabun tersebut dengan tujuan untuk mengangkat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menurut dia, sabun cuci itu nantinya akan dikelola oleh TKN untuk dibagikan. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini