PKS Mendekati Golkar, NasDem: Koalisi Masih Bisa Goyang Dumang

Rabu, 28 September 2022 20:28 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKS Mendekati Golkar, NasDem: Koalisi Masih Bisa Goyang Dumang Anggota DPR Willy Aditya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengaku tidak masalah bila PKS membuka komunikasi dengan Golkar untuk Pemilu 2024. Dia memandang memang dinamika koalisi masih dapat berubah. Bahkan partai politik yang sudah membangun koalisi seperti Gerindra-PKB dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bisa bubar.

"Ya toh apa jaminan koalisi yang ada akan berangkat? Kan nahkodanya belum ada," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9).

"Masih bisa kocok ulang. Goyang dumang juga masih bisa," imbuhnya.

2 dari 4 halaman

Tanpa PKS, komunikasi politik yang dibangun bersama NasDem dan Demokrat bisa bubar jalan. Tetapi NasDem tidak khawatir. Sebab NasDem pun melakukan komunikasi dengan pihak lain pula.

"Kalau enggak cukup bubar jalan lah. Itu yang saya bilang dinamika. Oh NasDem juga buka komunikasi yang lain juga buka. Semua kan masih lakukan komunikasi satu dan lainnya," jelasnya.

Bahkan bisa saja rekan koalisi NasDem bertambah. Hanya saja Willy menjamin komunikasi dengan PKS dan Demokrat masih intensif. Tinggal menunggu terjadinya kesepakatan bersama.

"Bisa jadi. Tapi sejauh ini ya komunikasi terjadi secara intensif. Dan kesepahaman yang akan dirajut menjadi kesepakatan. Jadi prosesnya itu. Tinggal what step a head," terangnya.

3 dari 4 halaman

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai melakukan pendekatan ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, pendekatan itu dilakukan melalui pertemuan dengan Partai Golkar.

"Sebetulnya kami ke Golkarnya ya, apakah nanti dengan KIB nya, ya mungkin dari situ pintu masuknya," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9).

Dia mengakui pendekatan ke KIB untuk membuka skenario-skenario lain terkait Pilpres. Selain mendekati NasDem dan Demokrat, PKS juga membangun komunikasi politik dengan partai lain misalnya Golkar yang sudah bergabung dalam KIB.

"Tentukan ada skenario pertama, kalau enggak berhasil ada skenario kedua, kalau enggak berhasil pakai skenario ketiga," ujar anggota Komisi II DPR RI ini.

4 dari 4 halaman
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini