PKS Jalin Kerja Sama dengan Partai Islam Terbesar di Bosnia

Selasa, 3 Desember 2019 20:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
PKS Jalin Kerja Sama dengan Partai Islam Terbesar di Bosnia Salim Segaf Aljufri dan Jazuli di Bosnia. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Aljufri didampingi Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini bertemu dengan tokoh Partai Islam terbesar Bosnia, Party of Democratic Action di Sarajevo (2/12). Kunjungan ini adalah rangkaian diplomasi internasional Fraksi PKS DPR ke Fraksi-Fraksi Partai di dunia.

Jazuli dan Salim bertemu dengan Semsudin Mehmedovic, Anggota Parlemen sekaligus pendiri dari Partai Islam terbesar di Bosnia Herzegovina, Party of Democratic Action.

Turut mendampingi dalam pertemuan itu, Duta Besar Indonesia untuk Bosnia Herzegovina Amelia Ahmad Yani yang juga merupakan putri ketiga Pahlawan Revolusi Jenderal Anumerta Ahmad Yani.

"Pertemuan berlangsung sangat hangat dan bersahabat karena Indonesia dan Bosnia punya hubungan spesial. Terutama sejak negara ini dilanda konflik etnis dulu. Indonesia memberi dukungan penuh terhadap nasib etnis muslim Bosnia sebagai rakyat yang tertindas saat itu. Alhamdulillah Bosnia-Herzegovina saat ini hidup dalam kedamaian," kata Jazuli melalui siaran persnya.

1 dari 1 halaman

Kerja Sama di Bidang Ekonomi Hingga Budaya

Dalam pertemuan itu, lanjut Jazuli, Salim mengajak Semsudin Mehmedovic untuk lebih mempererat ikatan persaudaraan dan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Utamanya di bidang ekonomi, pendidikan, pariwisata dan budaya.

Baik dilakukan secara 'government to government', 'business to business', juga 'people to people'. Bahkan 'party to party' seperti yang dilakukan antara PKS dan Party of Democratic Action.

PKS memuji peran Partai Islam Bosnia, Party of Democratic Action, dalam memperkuat kohesi sosial di antara warga negara Bosnia-Herzegovina yang plural dan majemuk. Sebab, warga di sana dibentuk dari tiga entitas etnis bangsa yaitu Bosnia, Serbia dan Kroasia dengan penduduk mayoritas beragama Islam lalu disusul Nasrani (Kristen Ortodox dan Katolik). Ada juga minoritas Yahudi dan nonagamis.

"PKS menawarkan Indonesia sebagai contoh dan pelajaran kerukunan dalam bangsa yang majemuk baik dari sisi suku bangsa, budaya maupun agama. Bagaimana pentingnya membangun kohesivitas sosial melampaui perbedaan yang ada, bahkan kemajemukan bisa menjadi kekayaan bangsa sejalan dengan semboyan bhinneka tunggal ika," tandas Jazuli. [ray]

Baca juga:
PKS Puji Jokowi Tegas Tolak Wacana Jabatan Presiden 3 Periode
Pesan PKS ke PA 212: Jadikan Reuni Sebagai Komitmen Mengokohkan Persatuan Bangsa
Jokowi: Ada yang Cari Muka Usulkan Jabatan Presiden Tiga Periode
MPR Diingatkan Dengar Aspirasi Rakyat Terkait Wacana Amandemen UUD 1945
PKS Tolak Wacana Presiden 3 Periode dan Dipilih MPR, ini Alasannya

Topik berita Terkait:
  1. PKS
  2. DPR
  3. Salim Segaf Al Jufri
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini