PKS Anggap Pose Tiga Jari BTP Tanda Tak Ikut Campur di Pilpres

Kamis, 24 Januari 2019 18:41 Reporter : Sania Mashabi
PKS Anggap Pose Tiga Jari BTP Tanda Tak Ikut Campur di Pilpres Basuki Tjahaja Purnama. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Mardani Ali Sera mengomentari pose tiga jari mantan terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias BTP (Ahok) setelah bebas dari rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Kata dia, pose tiga jari itu cermin sikap Ahok tidak ikut campur di Pilpres 2019.

"Kalau menurut saya itu kebesaran jiwa Pak Ahok sekarang, tidak ingin masuk ke dalam dua kubu yang sekarang sedang berkompetisi," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1).

Meski begitu, tambahnya, hanya BTP yang benar-benar mengetahui maksud dari pose tersebut. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga sudah menjalani masa hukuman sesuai dengan ketentuan negara.

"Beliau sudah menjalani hukumannya dan saatnya bebas, harus diberikan haknya dari negara," ungkapnya.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menjalani hukumannya terkait kasus penodaan agama selama 1 tahun, 8 bulan, dan 15 hari. Hari ini, Kamis (24/1), mantan Gubernur DKI Jakarta itu bebas murni.

Ahok dijemput oleh anak-anaknya dari Mako Brimob pukul 07.30 WIB tadi.

Banyak orang yang menunggu-nunggu kebebasannya. Tak hanya melalui layar kaca, mereka bahkan menyambangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Seperti sekelompok emak-emak yang berkaus hitam dan bersyal ulos merah. Perempuan yang tergabung dalam Komunitas Wonder Nande menyambangi Mako Brimob sebelum mentari terik.

Salah seorang dari mereka, Valencia Sembiring, mengaku berangkat dari Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka ingin memberikan dukungan secara moril kepada Ahok saat bebas. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini