PKB klaim Cak Imin bisa dongkrak elektabilitas Jokowi
Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyiapkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres untuk Joko Widodo atau Jokowi pada Pemilu 2019 nanti. Cak Imin akan bersaing dengan kader-kader terbaik yang akan diajukan parpol pengusung Jokowi lainnya.
Seperti diketahui ada beberapa parpol yang telah memutuskan mengusung Jokowi pada Pemilu nanti yaitu; PDIP, Hanura, Golkar dan PPP.
Kelebihan Cak Imin, menurut Wakil Sekjen PKB, Daniel Johan ialah dapat meningkatkan elektabilitas Jokowi. "Karena akan mendongkrak elektabilitas Pak Jokowi. Sekarang di survei-survei kita sudah nomor empat. Artinya ini menjadi memperkuat posisi Pak Jokowi. Kalau dengan calon yang lain basisnya sama," jelasnya ditemui di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/3).
Menurut Daniel, jika berpasangan dengan Cak Imin, ada potensi 11 juta suara yang bisa diraup pasangan Jokowi-Cak Imin pada Pemilu mendatang. Kelebihan lainnya ialah Cak Imin juga politikus berpengalaman.
"Cak Imin itu bukannya politisi yang baru lahir tapi dia sudah puluhan tahun, dari remaja sampai sekarang sudah melalui proses dari orde baru, orde reformasi dan sekarang orde konsolidasi demokrasi kita saat ini, sudah panjang," pujinya.
Kendati pasangan Jokowi-Cak Imin komposisi kedaerahannya sama-sama Jawa, menurutnya tak jadi soal. Justru malah menguatkan dan dapat mengamankan suara dari warga NU.
"Enggak masalah (Jawa-Jawa). Artinya seluruh basis NU itu kita bisa lebih memastikan Jawa itu aman," jelasnya.
Keputusan resmi dan final Cak Imin tetap sebagai pendamping Jokowi atau merapat ke poros lain akan diputuskan saat musyawarah pimpinan nasional (muspimnas) pada Juni mendatang. "Saat ini seluruh kader se-Nusantara keras Cak Imin harus maju jadi wapres. Minimal wapres," ujarnya.
Terkait berapa kali pertemuan Cak Imin dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Daniel mengatakan tak mengetahui karena ia tak pernah mendampingi.
"Jujur saya enggak pernah mendampingi kalau (bertemu) sama Pak Prabowo. Jadi saya enggak pernah tahu. Tapi bisa saja itu pertemuan tetapi itu menjadi hal yang wajar sesama pimpinan parpol berkomunikasi, bagus-bagus saja sebagaimana Pak Jokowi juga berkomunikasi dengan yang lain," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya