PKB Buka Peluang Duet Airlangga-Cak Imin di 2024

Jumat, 1 Oktober 2021 16:36 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
PKB Buka Peluang Duet Airlangga-Cak Imin di 2024 AIRLANGGA TEMUI CAK IMIN. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan mempertimbangkan menduetkan Ketum Muhaimin Iskandar dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Wasekjen PKB Syaiful Huda mengatakan mayoritas kader menginginkan Cak Imin maju di Pilpres 2024. Meskipun belum ada keputusan resmi melalui Rakernas PKB atau persetujuan dari Cak Imin.

Airlangga-Cak Imin melakukan jalan pagi bersama di Kawasan SCBD, Jakarta, Sabtu (25/9) lalu. Pertemuan keduanya diakui bagian komunikasi politik jelang Pemilihan Presiden 2024.

"Ya pasti jadi pertimbangan," kata Syaiful ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (1/10).

Syaiful Huda mengakui ada komunikasi mengarah pembahasan terkait koalisi antara Golkar dan PKB. Tenggat waktu 3 tahun jelang Pilpres juga bakal dimanfaatkan kedua partai dan Airlangga-Cak Imin untuk meningkatkan elektabilitas.

"Masih ada waktu kok, untung running untuk sama-sama meningkatkan elektabilitas," ujar dia.

Ketua Komisi X DPR ini menambahkan, PKB menghargai keputusan Golkar memutuskan Airlangga sebagai Capres. Oleh karenanya, PKB merasa masih terlalu dini membahas formasi capres-cawapres dengan Golkar.

"Kita saling menghargai perinsipnya. Pak Airlangga hari ini diusung oleh Golkar, memang beliau kader terbaik di Golkar hari ini," tutup Syaiful.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin mengatakan, silaturahmi jelang pilpres sudah biasa untuk mempererat komunikasi demi persiapan 2024. Komunikasi dan pendekatannya mesti dibangun jauh hari.

"Soal apakah nantinya antara Golkar dan PKB berkoalisi atau tidak itu soal lain. Yang penting saling mendekati satu sama lain, saling mencari kecocokan, agar komunikasi ke depannya enak dan mudah," kata Ujang saat dihubungi, Sabtu.

Ujang menyebut, jika koalisi antara Airlangga-Cak Imin bisa saja menjadi kuda hitam dan menang dalam Pilpres 2024. Namun kuncinya, ketua umum kedua partai itu memiliki elektabilitas yang tinggi.

"Agar bisa bersaing dengan capres dan cawapres yang lain," kata Ujang. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini